LAMURIONLINE.COM | PIDIE JAYA — Dompet Dhuafa melalui program Respon Darurat Pendidikan (RDP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pendidikan pascabencana dengan menggelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi guru madrasah di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi strategis bersama PGMNI Aceh.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kabupaten Pidie Jaya, Helmi, S.STP., M.Si, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dompet Dhuafa dalam merespons dampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu, khususnya dalam aspek pemulihan psikososial peserta didik.
Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dompet Dhuafa yang tidak hanya fokus pada bantuan material, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan mental dan emosional siswa. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendamping yang mampu membangun kembali semangat dan harapan anak-anak pascabencana.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya, Mulyadi, S.Ag., M.Pd, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam memberikan dukungan psikososial. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh empati bagi siswa yang terdampak.
Ketua PW PGMNI Aceh, Ismaidar, M.Pd, juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pemulihan kondisi psikologis peserta didik. Ia menilai kehadiran Dompet Dhuafa melalui program RDP memberikan nilai tambah yang signifikan bagi dunia pendidikan di wilayah terdampak.
Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim RDP Dompet Dhuafa yang dipimpin oleh Ricky Hardiansyah, dengan pendekatan praktis dan kontekstual. Para guru dibekali keterampilan komunikasi empatik, pengelolaan emosi, serta strategi menciptakan ruang belajar yang suportif dan ramah bagi anak.
Sementara itu, Ketua RDP Dompet Dhuafa, Muh. Shirli Gumilang, dalam keterangannya menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan perhatian publik terhadap proses pemulihan pascabencana di Aceh.
“Perhatian publik terhadap pemulihan pasca bencana di Aceh masih sangat kurang. Harapannya, dengan adanya pelatihan guru ini sebagai bentuk program recovery pendidikan, dapat kembali memberikan perhatian kepada publik bahwa penanganan bencana di Sumatera masih terus dilakukan dan membutuhkan dorongan dari semua pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa akan terus berupaya menghadirkan program-program pemulihan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada penguatan kapasitas lokal dan keberlanjutan.*

0 facebook:
Post a Comment