LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR — Jamaah calon haji (JCH) diharapkan mampu bersikap lentur, tidak tegang, dan tidak kaku dalam menyikapi berbagai perbedaan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, kesabaran juga menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan selama berada di Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan oleh Tgk Saifuddin A. Rasyid, Imum Gampong Barabung yang juga akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam tausiyah perlepasan jamaah calon haji Barabung, Sabtu (25/4/2026), bertepatan dengan 8 Zulqa’dah 1447 H. Kegiatan berlangsung di kediaman salah seorang warga JCH di Jalan Lueng Raja, Gampong Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Dalam penyampaiannya, Tgk Saifuddin menekankan bahwa jamaah haji akan menghadapi beragam perbedaan di Tanah Suci, mulai dari suku bangsa, budaya, warna kulit, hingga perbedaan dalam pola konsumsi dan tata cara ibadah.

“Yang penting kita tetap teguh dengan tata cara ibadah yang telah kita pelajari berdasarkan ilmu, dan berkomitmen menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak mudah terpengaruh dengan praktik ibadah orang lain ataupun bersikap kritis secara berlebihan terhadap perbedaan tersebut. Menurutnya, setiap jamaah datang ke Baitullah untuk mempersembahkan ibadah terbaik kepada Allah SWT.

“Jangan sampai kita sibuk membandingkan atau meremehkan cara ibadah orang lain. Fokuslah pada keikhlasan dan berharap agar Allah menerima ibadah kita dengan sempurna,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengutip pesan moral dari hadis Nabi SAW agar umat Islam lebih sibuk mengintrospeksi diri daripada mengurusi kekurangan orang lain. Hal ini dinilai penting agar waktu selama ibadah haji tidak terbuang sia-sia.

Selain aspek spiritual, Tgk Saifuddin juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Makkah dan sekitarnya. Ia mengimbau jamaah untuk menjaga asupan makanan, cukup istirahat, serta mengikuti arahan pembimbing haji, mengingat perbedaan kondisi alam dengan daerah asal.

Terkait kemungkinan adanya kekurangan pelayanan, jamaah diminta untuk tetap bersabar dan tidak mudah terpancing emosi.

“Jika ada hal yang kurang berkenan, bersabarlah dan serahkan kepada Allah. Kita adalah tamu Allah, dan Dia pasti menyediakan yang terbaik bagi tamu-Nya,” ujarnya.



Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak terlena dengan aktivitas non-prioritas seperti berbelanja atau jalan-jalan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah utama.

Dalam penutupnya, Tgk Saifuddin menegaskan pentingnya menjaga adab di tanah haram. Ia mengingatkan bahwa setiap perbuatan menyimpang, sekecil apa pun, dapat berdampak langsung.

“Segeralah beristighfar dan memohon ampun kepada Allah jika melakukan kesalahan,” pesannya.

Tahun ini, dua jamaah calon haji dari Barabung, yakni Sulaman bin Muhammad Hakim Ali dan Sakdiah binti Harun, tergabung dalam kloter 14 dan dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 melalui embarkasi Asrama Haji Banda Aceh.

Keduanya didoakan agar memperoleh haji yang mabrur.

Laporan: Sayed Muhammad Husen

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top