LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR - Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Besar, Tgk. Muhammad Hafiz H. IB, S.E, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap implementasi Program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) yang digagas oleh Bupati Muharram Idris bersama Wakil Bupati Syukri A. Jalil sebagai salah satu strategi pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Aceh Besar.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul Launching resmi Program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, di Gedung Dekranasda Aceh Besar.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya Implementasi program BKBS secara menyeluruh di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aceh Besar. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat integrasi pendidikan formal dengan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.
Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan inisiatif pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan pengajian dan pembelajaran kitab-kitab dasar keislaman ke dalam aktivitas sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik semata, tetapi juga diperkaya dengan pemahaman agama serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bahkan telah menyiapkan sekitar 457 guru mengaji untuk mengajar di 215 SD dan 89 SMP di seluruh kecamatan. Langkah ini dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Ketua PCNU Aceh Besar, Tgk. Muhammad Hafiz H. IB, S.E., menilai program ini sebagai kebijakan strategis yang sangat relevan dengan tantangan sosial generasi muda saat ini.
“Program ini sangat baik dan ideal untuk kondisi zaman sekarang. Beut Bak Sikula merupakan langkah nyata dalam membentengi generasi muda dari dekadensi moral sekaligus menyiapkan lahirnya generasi yang berkarakter, berilmu, dan memiliki jiwa kepemimpinan Islam di masa depan,” ujar Abi Hafiz.
Menurutnya, sebagai salah satu pimpinan dayah di Aceh Besar, ia kerap mendengar keresahan para orang tua terhadap perubahan perilaku generasi muda yang semakin terpengaruh oleh arus budaya global yang tidak selalu selaras dengan nilai-nilai adab dan akhlak Islam. Karena itu, program BKBS dipandang sebagai ikhtiar strategis pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan karakter melalui jalur pendidikan formal, khususnya pada jenjang SD dan SMP.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar untuk mewujudkan Aceh Besar yang bermarwah, bermartabat, adil, makmur, sejahtera, dan bersyariah dalam bingkai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Menurut Abi Hafiz, penguatan pendidikan agama merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun peradaban masyarakat yang beradab dan berkarakter. Dalam perspektif Islam, pendidikan yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak merupakan pilar utama dalam membentuk generasi bangsa yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga cerdas secara intelektual serta matang secara moral dan sosial.
Prinsip ini sejalan dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang menempatkan ilmu dan akhlak sebagai dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembentukan manusia yang berkualitas. Dengan demikian, upaya memperkuat pendidikan agama di lingkungan sekolah melalui program seperti Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang berilmu, beradab, serta memiliki tanggung jawab kepemimpinan bagi masyarakat dan daerahnya.
Ketua PCNU Aceh Besar berharap program Beut Kitab Bak Sikula dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru, orang tua, tokoh agama, dan lembaga pendidikan.
Ia optimis bahwa jika program ini dijalankan secara konsisten dan sistematis, maka Aceh Besar akan mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, serta memiliki karakter kepemimpinan Islami.
“Program ini bukan hanya tentang menambah pelajaran agama di sekolah, tetapi tentang membangun fondasi moral generasi Aceh Besar ke depan. Inilah investasi peradaban yang sangat penting bagi masa depan daerah,” tutupnya (Khasanda_Ar).


0 facebook:
Post a Comment