LAMURIONLINE.COM | DARUSSALAM – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Imum Chik Masjid Jami’ Baitul Jannah Kemukiman Tungkop, Drs. Tgk. H. Saifuddin A. Rasyid, M.Lis, mengajak jamaah untuk menghargai perbedaan dalam penentuan hari raya serta menjaga istiqamah dalam beribadah setelah Ramadhan.
Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah Subuh 30 Ramadhan 1447 H / 20 Maret 2026 di Masjid Jami’ Baitul Jannah Kemukiman Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, dengan tema “Mari Kita Hargai Perbedaan dan Istiqamah Dalam Ibadah.”
Dalam tausiyahnya, ia mengucapkan selamat menyambut 1 Syawal 1447 H dan mengingatkan jamaah agar merayakan Idul Fitri dengan penuh kerukunan dan kenyamanan, meskipun terdapat perbedaan dalam metode penentuan awal bulan hijriah.
“Perbedaan dalam penentuan satu Syawal memiliki dasar hukum masing-masing. Karena itu kita harus bersikap toleran dan saling menghargai,” ujarnya di hadapan jamaah Subuh.
Ia juga mengingatkan bahwa umat Islam telah menyempurnakan ibadah puasa selama 30 hari dan berharap seluruh amal ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT. Ia mengutip ayat QS Ali Imran ayat 133–135 yang menjelaskan kriteria orang-orang bertakwa, sebagai motivasi bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah setelah Ramadhan. Menurutnya, keberhasilan Ramadhan bukan hanya diukur dari ibadah selama sebulan, tetapi dari kemampuan seorang Muslim mempertahankan amal saleh di bulan-bulan berikutnya.
Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Sura Fussilat ayat 30, tentang orang-orang yang berkata “Rabbuna Allah” lalu mereka istiqamah, sebagai dorongan agar jamaah terus berada di jalan yang lurus.
Untuk menjaga istiqamah tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
“Allahumma a‘inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika” — memohon pertolongan Allah agar mampu berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik.
Pada kesempatan itu, Imum Chik turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah, para imam, penceramah, serta para dermawan yang telah mendukung kegiatan masjid selama bulan Ramadhan.
Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan, termasuk bila ada imam yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan jamaah.
Ceramah ditutup dengan pengumuman bahwa shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H direncanakan akan dilaksanakan di Masjid Jami’ Baitul Jannah Kemukiman Tungkop pada Sabtu 21 Maret 2026 pukul 7.30 wib dengan khatib Abu Dr Tgk H Sulfanwandi
“Amin ya Rabbal ‘alamin, semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan membantu kita istiqamah saling menguatkan dalam ibadah dan aktifitas kebaikan walau ada perbedaan manhaj, pemahaman dan pendekatan di kalangan kita,” pungkasnya.

0 facebook:
Post a Comment