LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh menggelar pelatihan penguatan moderasi beragama di dua wilayah kerja, angkatan I di Kabupaten Aceh Tenggara dan angkatan II di Kabupaten Pidie, pada 6-9 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah.
Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan tersebut, masing-masing terdiri dari 40 peserta di Aceh Tenggara dan 40 peserta di Pidie. Peserta merupakan perwakilan dari kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah dan Pengurus Rumah Ibadah di wilayah kerja masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi agen moderasi beragama di lingkungan kerja dan masyarakat.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, turut menyampaikan materi secara daring melalui zoom meeting yang didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha BDK Aceh, Zulkifli.
Dalam materinya, Ali Ramdhani menekankan pentingnya sikap bijak dalam kehidupan beragama di tengah keberagaman Indonesia. Ia mengajak peserta menghindari sikap marah, mengedepankan cinta, dan kelembutan dalam menyampaikan ajaran agama.
“Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi magnet yang mengikat kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam bingkai moderasi beragama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan empat indikator utama dalam moderasi beragama. Pertama, komitmen kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI. Kedua, nilai toleransi dengan menghormati ruang-ruang keyakinan antar sesama, selama tidak bertentangan dengan hukum dan tidak mengarah pada tindakan kriminal atau ekstrem.
Ketiga, moderasi beragama harus diusung dengan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk penggunaan diksi yang santun dan konstruktif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mendorong perubahan positif. Keempat, adanya penerimaan terhadap tradisi lokal sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama.
"Moderasi beragama tidak bisa dijalankan sendiri. Ia harus dipromosikan dengan cara yang baik, tidak liberal, tetapi tetap adil, berimbang, dan menerima kemajemukan," jelasnya.
Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan yang mendorong lahirnya pemikiran, kompetisi sehat, dan motivasi menjadi lebih baik.
Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari Widyaiswara BDK Aceh, yaitu Asmahan, Erfiati, Razali Yunus, dan Nurdin, yang memberikan penguatan materi kepada peserta secara langsung di lokasi pelatihan.
Di Kabupaten Pidie, Kepala BDK Aceh, Qadriyah turut hadir menyampaikan materi secara langsung. Ia menyampaikan, pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membumikan moderasi beragama di daerah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta sekaligus mendorong implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (Sayed M. Husen/Eva Solina)
.jpeg)

0 facebook:
Post a Comment