LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK). Tim Enjoyneering Team yang beranggotakan Risky Ramadhan, Kiki Septia Putri, dan M. Fatah Akbar, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Juara I sekaligus Gold Medal pada Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Andalas pada 11–12 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk SIGMA (Sistem Informasi Gawat Muka Air): Optimalisasi Potensi Sensor Ultrasonik Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai Sistem Informasi Monitoring Muka Air Terintegrasi untuk Mengatasi Risiko Banjir.
SIGMA merupakan sistem pemantauan muka air berbasis sensor ultrasonik yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang untuk memantau perubahan tinggi muka air secara real time, kemudian mengolah data secara otomatis dan mengirimkan informasi melalui aplikasi Telegram sebagai bagian dari sistem peringatan dini banjir.
Ketua tim, Risky Ramadhan, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kepedulian tim terhadap persoalan banjir yang masih sering terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan sistem pemantauan yang sederhana, mudah diakses, serta mampu memberikan informasi secara cepat sebelum potensi banjir terjadi.
“Melalui SIGMA kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi memiliki peluang untuk diterapkan di tengah masyarakat sebagai sistem peringatan dini yang mudah digunakan,” ujarnya.
Di bawah bimbingan Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., ketiga mahasiswa tersebut menjalani proses panjang mulai dari penyusunan konsep, pengembangan sistem, pembuatan perangkat lunak, pengujian sensor, hingga penyempurnaan aplikasi sebelum dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Febi Mutia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang konsisten, kolaborasi yang baik, serta semangat mahasiswa untuk terus melakukan perbaikan.
“Sejak awal saya melihat tim ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka tidak hanya fokus menyelesaikan lomba, tetapi benar-benar ingin menghasilkan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap kendala yang muncul selama proses pengembangan dijadikan bahan evaluasi untuk menghasilkan sistem yang lebih baik. Semangat seperti inilah yang patut terus dipertahankan,” kata Febi.
Ia berharap inovasi SIGMA tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan sehingga memiliki peluang untuk diimplementasikan dalam mendukung mitigasi bencana banjir di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Pertambangan USK mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
“Prestasi Enjoyneering Team menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Pertambangan USK memiliki kemampuan akademik, kreativitas, dan kepedulian terhadap persoalan nyata di masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kerja keras Risky, Kiki, dan Fatah serta dedikasi dosen pembimbing yang telah mendampingi mereka selama proses pengembangan inovasi ini,” ujar Haqul.
Ia menambahkan, Program Studi Teknik Pertambangan USK terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi ilmiah sebagai wadah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin.
Keberhasilan meraih Juara I dan Gold Medal menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari ruang belajar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Murdani Tijue)

0 facebook:
Post a Comment