LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Ketua Tim Penjaminan Mutu Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Zainal Arifin, menegaskan bahwa budaya mutu harus menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas kerja pegawai guna menjaga kualitas layanan dan kinerja lembaga.
“Kita sebagai lembaga pelatihan, budaya mutu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Ia melekat dan menjadi ruh dalam setiap proses pelatihan,” ujar Zainal Arifin saat memimpin apel pagi, Senin (3/8/2026).
Ia menekankan, seluruh pegawai perlu menanamkan kesadaran bahwa mutu harus hadir dalam setiap tindakan, bukan hanya saat menghadapi akreditasi, audit, atau penilaian kinerja. Budaya mutu, lanjutnya, harus menjadi bagian dari keseharian sehingga benar-benar menjadi identitas sekaligus kekuatan lembaga.
Menurut Zainal, budaya mutu tidak boleh dipahami sekadar slogan yang terpajang di dinding. Lebih dari itu, budaya mutu merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihidupkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh seluruh unsur organisasi, mulai dari pimpinan hingga staf.
Lebih lanjut, ia menyinggung wacana pembentukan jabatan fungsional khusus di bidang penjaminan mutu pelatihan. Namun demikian, ia menilai bahwa penjaminan mutu tidak dapat dibebankan hanya kepada segelintir orang atau dijadikan tugas tambahan semata.
“Penjaminan mutu bukan tugas satu atau dua orang, tetapi harus terintegrasi dalam budaya kerja seluruh pegawai,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Zainal mengajak seluruh ASN BDK Aceh untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri, sejauh mana nilai-nilai mutu telah benar-benar diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing. (Sayed M. Husen/Eva Solina)


0 facebook:
Post a Comment