LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR — Koordinator widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh mendiskusikan program pelatihan jarak jauh yang akan dilaksanakan pada dua triwulan terakhir tahun 2026 dengan penuh kekompakan dan semangat para widyaiswara untuk menyukseskan pengembangan kompetensi ASN Kemenag Aceh di tengah tuntutan efisiensi era digital.
“Bapak dan Ibu widyaiswara yang saya hormati, mari kita manfaatkan dunia digital ini untuk pengembangan kompetensi ASN Kemenag Aceh dengan pelatihan yang mereka pilih, dengan melihat hasil AKP (Analisis Kebutuhan Pelatihan) tahun 2025 lalu dan kita sesuaikan dengan kesiapan teman-teman widyaiswara serta tim,” ungkap Koordinator Widyaiswara, Asmahan, dalam rapat lanjutan terkait pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) pengembangan kompetensi ASN Kemenag Aceh, Senin, 3/8/2026.
Kamarullah, Katim Teknis BDK Provinsi Aceh yang juga Widyaiswara Ahli Madya BDK Aceh, menanggapi bahwa terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melanjutkan penyusunan matriks pelaksanaan PJJ pada akhir triwulan 2026. Langkah tersebut di antaranya penyampaian undangan pelaksanaan PJJ kepada peserta, pendaftaran peserta PJJ, penyeleksian peserta, dan surat pemanggilan peserta.
Adapun direncanakan terdapat lima Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) yang menjadi prioritas berdasarkan hasil AKP Tahun 2025, yaitu tiga pelatihan Teknis Pendidikan, yakni Pembelajaran Digital serta Pembelajaran Literasi dan Numerasi Religius; satu pelatihan Administrasi, yaitu Penyusunan SKP/E-Kinerja; dan satu pelatihan Teknis Keagamaan, yaitu TIK Penyuluh Agama.
Program ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi ASN Kemenag Aceh, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran awal bagi widyaiswara Ahli Pertama BDK Provinsi Aceh yang nantinya terlibat dalam tim pengajar, sebagai langkah maju dari praktik *sit in* yang selama ini telah dijalankan.
Terpisah, “Nanti akan kita upayakan widyaiswara baru mengampu BLC di beberapa pelatihan agar terbiasa menjadi fasilitator sesuai tupoksi yang diemban, karena semakin sering dilatih akan semakin mudah dalam praktiknya,” ujar Zainal Arifin, widyaiswara senior BDK Provinsi Aceh. (Eva Solina)


0 facebook:
Post a Comment