LAMURIONLINE.COM I ACEH - Tgk Tantawi, putra Tgk Abubakar asal Pidie, Aceh, berhasil meraih Juara Harapan II Nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Tantawi tampil memukau pada cabang Tilawah Tunanetra. Pada babak penyisihan, ia berada di posisi dua teratas. Pada tahap berikutnya, Tantawi kembali tampil sebagai salah satu dari lima peserta terbaik nasional dalam melantunkan Kalam Ilahi.
Di balik perjuangannya, ada sosok ayah, Tgk Abubakar, yang senantiasa mendampingi dan menuntunnya. Sejak pemusatan latihan (TC) di Banda Aceh hingga seluruh rangkaian MTQN di Semarang selesai, sang ayah menjadi penunjuk jalan bagi putranya, baik siang maupun malam.
Ada satu momen yang sangat menyentuh selama pelaksanaan MTQN. Setiap mendengar azan berkumandang dari masjid, Tantawi selalu berkata kepada ayahnya, “Jak tajak u masjid, Ayah, ta shalat berjamaah.”
Kalimat sederhana itu menjadi salah satu kenangan paling berkesan. Meski tidak dapat melihat alam semesta dengan mata, Tantawi seakan melihatnya dengan cahaya iman yang tumbuh di dalam hati.
Sejak mengikuti TC tahap pertama di Banda Aceh hingga kembali dari MTQN, Tantawi selalu tampak ceria. Wajahnya memancarkan ketenangan. Keterbatasan penglihatan tidak menghalanginya menikmati setiap proses dan kesempatan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Tantawi telah mengharumkan nama Aceh pada MTQ Nasional 2026 di Semarang. Piala yang diraih mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan panjang yang telah dilaluinya. Namun, semangatnya melantunkan Kalam Ilahi menjadi kemenangan tersendiri.
Sebagai official, saya juga menyaksikan kebiasaan sederhana Tantawi. Ia selalu menikmati makanan dengan tangan kanannya tanpa menggunakan sendok dan garpu. Sebelum makan, ia mengucapkan basmalah. Setelah selesai, ia berkata sambil tersenyum, “Alhamdulillahirabbil ‘alamin, katrok prut lon, semoga berkah.”
Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak terlepas dari usaha, doa, dan kesabaran sang ayah. Bahkan, dalam perjalanan pulang dari Masjid Raya Baiturrahman Semarang menuju hotel, sandal jepit Tgk Abubakar sempat terbalik dan putus. Namun, dengan senyum dan kesabaran, ia tetap menuntun Tantawi hingga kembali ke hotel.
Tgk Abubakar selalu berada di sisi putranya, menuntun langkahnya hingga menuju mimbar tilawah cabang Tunanetra. Perjuangan keduanya menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi dan mengabdikan diri kepada Al-Qur’an.
Terima kasih kepada seluruh guru yang telah mengajarkan dan membimbing saya dalam tilawah Al-Qur’an. Terima kasih pula kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, dan kesempatan kepada Tgk Tantawi untuk mengikuti MTQ Nasional 2026 di Semarang.
Kisah Tgk Tantawi menjadi pengalaman yang mengharukan bagi saya sebagai penulis sekaligus official Dinas Syariat Islam Aceh. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Tantawi untuk terus mencintai, mempelajari, dan melantunkan Al-Qur’an. (Abdul Rani, M.A, Official Dinas Syariat Islam Aceh)

0 facebook:
Post a Comment