LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR — Sanggar Saweuna akan menggelar Festival Geulayang Tunang 2026 di Gampong Reuleung Geulumpang, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi permainan layang-layang khas Aceh sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
Festival yang mengusung tema “Dengan Semangat Juang Sultan Iskandar Muda, Mari Kita Lestarikan Budaya” tersebut dijadwalkan mencapai puncak perlombaan pada 11 Oktober 2026. Ketua Sanggar Saweuna, Arif Firnandy, tercantum sebagai salah satu narahubung kegiatan.
Kegiatan ini menawarkan total hadiah mencapai Rp6 juta, selain berbagai doorprize menarik. Panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya Lomba Konten Video Kegiatan Festival Geulayang Tunang dengan total hadiah Rp500 ribu serta Lomba Kreasi Hias Layang Tunang yang menyediakan total hadiah Rp500 ribu untuk tiga orang pemenang.
Festival Geulayang Tunang 2026 tidak hanya dikemas sebagai perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali nilai sejarah dan budaya yang melekat pada permainan geulayang tunang.
Sebagai informasi tradisi geulayang tunang telah berkembang sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar 1607. Permainan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat setelah musim panen, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan bagian dari identitas budaya yang mencerminkan kemegahan serta falsafah hidup masyarakat Aceh.
Nilai budaya tersebut kemudian diterjemahkan melalui penggunaan tiga warna utama yang memiliki makna filosofis. Merah dimaknai sebagai perlambangan perjuangan, kuning sebagai kejayaan, dan hijau sebagai kemakmuran.
Salah satu agenda utama festival adalah perlombaan kreasi hias layang tunang. Panitia menetapkan kuota peserta sebanyak 150 layang dengan biaya partisipasi Rp50 ribu per layang.
Dalam perlombaan tersebut, peserta wajib mengikuti sejumlah ketentuan, antara lain menggunakan layang tunang dan benang tangsi, tidak menggunakan warna putih/bening, serta menggunakan warna merah, kuning, atau hijau sesuai tema kegiatan.
Layangan juga diwajibkan menggunakan gambar atau logo Bulan Bintang dan Pedang sebagai identitas kegiatan. Panjang benang yang ditetapkan adalah 350 meter.
Untuk tahapan perlombaan, Kamis - Jumat 8-10 Oktober 2026 jadwal ukur benang jam 14.00 s/d 22.00 wib. Pada hari perlombaan, peserta dijadwalkan melakukan registrasi ulang pukul 14.30 WIB, dilanjutkan technical meeting pada pukul 15.00 WIB, dan mulai menaikkan layang pada pukul 16.20 WIB. Kegiatan digelar pada hari Minggu, 11 Oktober 2026
Waktu penerbangan layang ditetapkan selama 30 menit, sedangkan waktu ikat patok selama 20 menit. Penilaian untuk juara pertama berlangsung selama lima menit, juara kedua tiga menit, dan juara ketiga dua menit.
Selain penilaian utama, panitia juga memberikan ruang bagi kreativitas peserta dalam memadukan warna merah, kuning, dan hijau sesuai tema festival. Desain layang dapat mengangkat inspirasi warisan sejarah dan budaya Aceh, termasuk nuansa Alam Peudeung pada masa Kesultanan Aceh Darussalam di era Sultan Iskandar Muda, dengan unsur Bulan Bintang dan Pedang sebagai bagian dari pengenalan identitas budaya Aceh. Setiap layang wajib mencantumkan nomor peserta yang ditetapkan panitia untuk memudahkan proses penilaian.
Festival ini juga membuka Lomba Konten Video Festival Geulayang Tunang. Peserta dapat mengunggah video melalui TikTok pribadi, dengan total hadiah Rp500 ribu untuk tiga orang pemenang.
Kehadiran lomba konten video menjadi bagian dari upaya panitia memanfaatkan media digital untuk memperluas publikasi kegiatan sekaligus mengenalkan tradisi geulayang tunang kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Sementara itu, lomba kreasi hias layang tunang juga menyediakan hadiah Rp500 ribu untuk tiga pemenang, sesuai ketentuan dan tema yang ditetapkan panitia.
Pendaftaran peserta ditetapkan sebanyak 150 layangan atau sampai kuota terpenuhi. Berdasarkan informasi panitia, jadwal pendaftaran berlangsung hingga 28 September 2026 atau sampai full slot.
Informasi kegiatan dapat diperoleh melalui narahubung panitia, yakni DGM di nomor 085373803167 dan Arif di nomor 082273719408.
Biaya pendaftaran juga dapat dibayarkan secara langsung maupun melalui transfer ke rekening yang dicantumkan panitia. Peserta diminta mengirimkan bukti transfer kepada panitia setelah melakukan pembayaran.
Ajang festival geulayang tunang juga sebagai Agenda Perayaan Hari Ulang Tahun Sanggar Saweuna Ke 11 Tahun, 10 Oktober 2015 - 10 Oktober 2026
Sanggar Saweuna melalui Festival Geulayang Tunang 2026 mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menyaksikan tradisi, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga agar geulayang tunang tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.
Data Singkat Festival Geulayang Tunang 2026
* Penyelenggara: Sanggar Saweuna
* Kegiatan: Festival Geulayang Tunang 2026
* Lokasi: Gampong Reuleung Geulumpang
* Puncak perlombaan: 11 Oktober 2026
* Total hadiah festival: Rp6 juta
* Kuota lomba: 150 layang
* Biaya partisipasi: Rp50.000 per layang
* Lomba Kreasi Hias Layang Tunang: Total hadiah Rp500.000 untuk 3 pemenang
* Lomba Konten Video: Total hadiah Rp500.000 untuk 3 pemenang
* Ketua Sanggar Saweuna: Arif Firnandy
* Kontak informasi: DGM (085373803167), Arif (082273719408)

0 facebook:
Post a Comment