ads1

Lamurionline.com--Banda AcehSalah satu ciri koperasi yang sehat adalahRAT (Rapat Anggota Tahunan) yang tepat waktu, sesuai amanat UU 25/1992. Selain itu pertumbuhan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang berkembang secara signifikan. Dan anggota dan aset yang meningkat. Demikian halnya dengan KP-RI (Koperasi Pegawai Negeri RI) Al-Ishlah, Kankemenag Aceh Besar, yang memiliki unit, selain Simpan Pinjam, ada Kantin dan Toko (disewakan), dan Toserba/Waserda (Warung Serba Ada) di kawasan Lambaro, sampai dengan usianya yang ke 14 tahun ini.

Sejumlah prediket ‘sehat’ pun diraih Al-Ishlah, antara lain, Koperasi Pegawai Negeri ‘Sehat’ (2012) dengan skor 81 dari Dinas Koperasi Aceh Besar; Koperasi Terbaik I Bidang Simpan Pinjam dari Dinas Koperasi Aceh Besar, dan Juara III untuk tingkat Provinsi; dan juara II Koperasi ‘Sehat’, dari Dinas Koperasi Aceh (2002).

“Jadilah koperasi Al-Ishlah menjadi koperasi percontohan, yang berkembang dan yang dinilai sehat,” ajak Kakankemenag Kabupaten Aceh Besar, yang juga PembinaAl-Ishlah, saat membuka RAT tepat waktu itu.

Pengurus lain Al-Ishlah (yang kini beraset Rp 5.938.555.673), untuk periode 2012-2014 ialah Drs Uzair (Ketua), Drs H Adnan (Wakil), KH Rusli (Sekretaris), Almarhum H Usman Haji SAg (Wakil, yang disisipkan penggantinya), dan H Sofyan Mahmud (Bendahara).  

“Jika terus demikian baik, maka bisa saja koperasi menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan lain misal untuk ATM Bersama dan ada penjaminan lewat LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” ujar Kadis Perindagkop dan UKM Aceh Besar, dalam sambutan dalam sesi pembukaan RAT Tahun Buku 2013 KP-RI Al-Ishlah (26/2).

Kadis Perindagkop dan UKM, yang diwakili H Ruslan SE, juga singgung tentang Badan Hukum untuk koperasi sekarang (sebelumnya hanya Badan Usaha), yang memungkinkan kepastian hukum. Juga disinggung tentang keuntungan menyimpan uang di koperasi, dan meminjamkannya yang tak akan merugi, bahkan lebih menguntunkan meminjam dan menyimpan di koperasi daripada di bank.  

Koperasi yang sekretariatnya, bertetangga dengan Kantin Taufiq Kupi, masih ramai kini di Jalan Pocut Baren, di samping sekolah Metodhis, Gp Mulia, Banda Aceh.

Dalam sesi laporan Drs Uzair, sebagai Ketua Koperasi Al-Ishlah (yang juga mengeprak sayap pada Waserda (lewat Simpang Lambaro) dan sewa Warung Kopi (Taufik Kupi) itu, nyatakan, “Bahwa dalam keadaan yang terus membaik, dengan data-data yang telah akurat KP-RI Al-Ishlah sudah bangkit dan eksis sehingga dapat mengadakan RAT tepat waktu, dengan SHU Rp 370.529.228.”
“Anggota koperasi ini hingga akhir 2013, sebanyak 899 anggota,” jelas Ketua Badan Pengawas KP-RI Al-Ishlah, Dra Suriadinata.

“Ada angota yang keluar dan ada yang masuk, tapi mohon anggota baru yang masuk, tentu yang sehat lahir dan batin,” tambah Kakankemenag Aceh Besar Drs H Salahuddin MPd, dalam sambutan sekaligus membuka acara.

Kakankemenag, dalam acara di Aula Arafah Asrama Haji Aceh itu, juga singgung soal makna RAT dalam bingkai silaturrahmi yang bisa memanjangkan umur dan memudahkan rezeki. “Apalagi jika bisa dapat kredit, betul-betul datang ke koperasi, dapat ‘rezeki’,” canda Kakankemenag. “Tapi jangan pinjam karena nafsu semata, sebab nafsu tak sanggup kita kejar dia,” larangnya lagi.

Juga disinggung soal anggota yang ‘pensiun tetap’ dan ‘pensiun abadi’ (meninggal dunia), dan memohon pada Allah agar ditempatkan pada tempat yang layak bagi almarhum H Usman Haji SAg (Wakil Sekretaris), yang telah mendahului kita. Jadi, sebagai pengganti almarhum (lewatRAT) juga yang punya kecakapan pembukuan, dan dan sehat lahir batin.

Dalam RAT Rabu ini  (26/2), Kakankemenag yang juga selaku Pembina Al- Ishlah, mengharapkan kinerja pengelola Koperasi KP-RI Al Ishlah tetap prima, meski berhadapan dengan tantangan di dalam dan dari luar institusi badan usaha itu. Koperasi Al Ishlah yang beranggotakan hampir semua PNS Kankemenag Aceh Besar dan beberapa anggota di luarnya, salah satu unit usaha yang sehat, menurut penilaian pihak yang berkopenten di provinsi dan kabupaten.

Sebelumnya, hingga Tahun Buku 2012, di usia ke 13, Al Ishlah yang memiliki anggota lebih dari 904 orang, memiliki aset akhir (2011) mencapai Rp. 5.876.042.036 dan hasil (SHU) Rp. 405.554.485. Sedangkan aset akhir 2012 ialah Rp 4.869.909.915, dan SHU Rp 306.889.477. Meski demikian, “Banyaknya pemohon kredit melebihi plafon yang tersedia setiap bulan, sehingga terpaksa pemohon waiting listuntuk mendapatkan kredit,” sindir Ketua, Drs Uzair. [l/j/a]
[muhammad yakub yahya, anggota koperasi al-ishlah sejak Januari 2005]

SHARE :
 
Top