Adv

Adv

Lamuri-Jantho. Kabupaten Aceh Besar baru-baru ini mendapatkan perhargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia sebagai salah satu kabupaten peduli pendidikan inklusif dari 20 kabupaten/kota se- Indonesia, penghargaan yang di berikan kepada kabupaten yang peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan inklusif tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Prof Musliar Kasim Ph.D di Hotel Sanur Paradise, Bali. Minggu, (2/9/2012) diterima oleh Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah, S.sos. 

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, melalui Dinas Pendidikan, untuk mendukung agar kegiatan pendidikan Inklusif yang sudah makin membaik di buktikan dengan adanya peghargaan dari kementerian, sekarang Dinas Pendidikan Aceh Besar juga telah memilih 30 orang guru yang terbagi dalam 2 kategori yaitu; guru kekhususan kesulitan belajar sebanyak 15 orang dan guru kekhususan kesulitan dan lambat belajar 15 orang. Dinas Pendidikan Aceh Besar juga telah melakukan pelatihan kepada guru pembimbing khusus (GPK), serta sudah menentukan 80 sekolah sebagai sekolah inklusif dan pusat sumber dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di Aceh. 

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga telah mendapatkan beberapa prestasi terkait pendidikan inklusif, antara lain FLS2N, O2SN, OSN tingkat provinsi dan nasional serta juga prestasi jambore anak berkebutuhan khusus (ABK) tingkat nasional di Solo dan Bogor, prestasi ini di dapatkan dari tahun 2013 sampai tahun 2014, ini merupakan sebuah kebanggan besar bagi Pemerintah Aceh Besar yang sedang semangat menyiapkan diri sebagai Kabupaten pendidikan inklusif. Dari sekian banyak kegiatan di atas Aceh Besar pada tahun 2014 kembali mendapat kepercayaan untuk menerima bantuan sosial dari direktorat pendidikan khusus dan layakan khusus (PKLK) yang di terima oleh Kelompok Kerja (POKJA) Pendidikan Inklusif di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, bantuan ini kemudian digunakan untuk banyak kegiatan berkaitan dengan pengembangan pendidikan inklusif di Aceh Besar. 

Ketua pokja pendidikan inklusif Aceh Besar, Yusran, S.Pd., M.Pd. melalui rilis pers yang diterima wartawan, menyampaikan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh pokja pendidikan inklusif diantaranya, sosialisasi, workshop, verifikasi data anak difabel/inklusif, pembentukan forum, penyusunan grand design sampai dengan peluncuran website inklusif Kabupaten Aceh Besar yang berprinsip pendidikan untuk semua anak tanpa diskriminasi. 

Lanjut Yusran, dalam waktu dekat juga akan melaksanakan kegiatan seminar nasional pada, Jum’at (13/3/2015 di aula BPKB Lubuk, Ingin Jaya, Aceh Besar. Serta juga sedang mengupayakan menghadirkan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Anies Baswedan, sekaligus mendeklarasi kabupaten penyelenggara pendidikan inklusif di Aceh Besar, Sabtu (14/3/2015) di SMA Unggul Aly Hasymi, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. (Muklis)
SHARE :
 
Top