Foto : Wikipedia
Lamuri-Banda Aceh. Kompleks Museum Aceh yang terletak di pusat Kota Banda Aceh tepatnya Jl. STA Mahmudsyah menuju Pendopo Gubernur Aceh saat ini genap 100 tahun. Berbagai benda bersejarah pun di pajang pada Pameran peringatan 100 tahun Museum Aceh ini, Kamis (30/07). Pameran yang dibuka oleh Asisten III Setda Aceh, Muzakkar yang mewakili Gubernurnur Aceh berlangsung selama 5 hari ( 30 Juli – 04 Agustus) mendatang.

Tahun 1915 yang silam, tepatnya di tanggal 31 Juli Museum Aceh Diresmikan pada masa Pemerintahan Hindia Belanda oleh Gubernur Sipil dan Militer Aceh, Jenderal H.N.A Swart. Pada waktu itu, Museum Aceh hanya berdiri sebuah bangunan yaitu Rumah Tradisional Aceh (Rumoh Aceh). 

Dilansir Wikipedia, Sejarahnya Museum ini berada di bawah tanggungjawab penguasa sipil dan militer Aceh F.W. Stammeshaus sebagai kurator pertama. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, 100 tahun Museum Aceh ini juga dirangkai dengan kegiatan Pameran Sejarah Perjuangan Bangsa yang diikuti oleh Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Sumpah Pemuda dari Jakarta. Kemudian turut mengundang satu Museum dari Jogjakarta yaitu Museum Benteng Vredeburg. Selain itu ada dua UPTD di Aceh yang juga memeriahkan seabad Museum Aceh ini yaitu UPTD Balai Pelestarian Nilai Budaya dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Provinsi Aceh. Turut hadir Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (Adl/Abr) 

Berikut foto-foto yang diabadikan Lamuri :















SHARE :
 
Top