Loading...

dok. IST
LAMURIONLINE.COM | NASIONAL -Keberadaan Pendamping Desa selama 5  (lima) Tahun ini diakui oleh banyak pihak telah dirasakan manfaatnya secara nyata bagi Pemerintah  dan masyarakat Desa sehingga layak diusulkan kepada Kementerian Desa PDTT untuk diangkat sebagai  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). 

Selain berkontribusi nyata bagi upaya fasilitasi Desa dan masyarakat, Tenaga Pendamping Profesional yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa dan Pendamping Desa Teknik (PD/PDTI) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) juga dinilai sukses mengawal penggunaan Dana Desa sesuai peruntukannya guna  peningkatan SDM dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Permadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Ir. Sugeng Riyanto, M.Si., saat menutup acara Pelatihan bagi Pelatih (Training of the Trainer) Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) TAHUN Anggaran  2019 di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (18/11).

"Melihat peran Pendamping Desa yang begitu besar dalam fasilitasi Desa dan masyarakat selama ini, baik perencanaan, Musyawarah Desa, Monitoring Kegiatan, penguatan ekonomi, BUMDes dan lainnya, maka mereka layak diangkat sebagai PPPK", katanya. 

Kadis  juga menyinggung 3 (Tiga) hal penting dalam proses pendampingan masyarakat, yakni: pentingnya penguatan kelembagaan  melalui organisasi profesi, peningkatanl kapasitas SDM  dan kompetensi TPP. 

"Kebijakan sertifikatsi TPP oleh Asesor yang sudah dapat kepercayaan dari BNSP harus kita dukung", tambahnya. 

Sementara itu, Deputi Bidang Tata Kelola Desa KN-P3MD, Nurul Hadi mengapresiasi usulan tersebut dan akan dijadikan bahan kajian secara komprehensif untuk disampaikan  kepada Satker P3MD, Ditjen PPMD. 

"Kami sangat mendukung usulan ini dan kami sampaikan kepada Satker P3MD, Ditjen PPMD sebagai pengambil kebijakan", tambahnya. 



Acara ToT yang berlangsung sejak Tanggal 14-29 November 2019,  diikuti oleh 196 peserta, terdiri dari 160 TAPM dan 36 PD ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pelatih bagi PLD yang bertugas di Desa-desa. 

Metode pelatihan, menurut salah satu pelatih Imam Baihaqi, yakni pendekatan pendalaman Mata Latih atau modul dan micro teaching. Mata Latih yang harus dialami oleh peserta, antara lain meliputi reviuw pendampingan, refleksi pendampingan, kemampuan dasar PLD, membangun teamwork, pengaduan dan penanganan masalah, serta keberlangsungan inovasi Desa.  (Ar/Nrl/Mur)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top