Foto kondisi galian C sungai Kruweung - siron pada 5 Januari 2020
LAMURIONLINE.COM I KUTA COT GLIE - Pengurus Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR), Sirath ikut mengikuti akibat ambruk dan runtuhnya fondasi jembatan gantung Siron dan Keuruweung pada awal tahun 2019 lalu sehingga Pemerintah Aceh Besar pada Mei 2019 membangun jembatan darurat yang akhirnya juga ikut terbawa arus, pada Selasa (07/04).

"Persoalan ini harus menjadi perhatian dan kepentingan bersama terutama masyarakat siron sendiri," ujar Sirath.

Ia mengatakan bahwa, bagi pemerintah mudah saja jika ada dana, tinggal membuat perencanaan anggaran dan membangun kembali jembatan penghubung antara Siron Blang dan Siron Krueng.

"Tetapi bagaimana ini bisa bertahan jika pasir terus menerus dikerok dengan tangan besi," cetusnya.

Kita berharap khususnya bagi para aparatur gampong dan pemuda setempat untuk mengevaluasi segala aktifitas yang berlangsung di sungai terutama terkait eksploitasi galian C serta masih maraknya penebangan kayu diatas.

"Akibat pengambilan manfaat sebagian orang, imbasnya kerusakan lingkungan dan kemudharatan yang sangat besar bagi masyarakat," ungkap Sirath.

Sebelumnya Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali saat rapat paripurna di DPRK meminta agar dibentuk Pansus Galian C untuk mengkaji dampaknya dan menyerap aspirasi masyarakat terkait hal tersebut.

Memang, akses pengawasan oleh aparat penegak hukum ke pedalaman masih sulit dijangkau apalagi pada lokasi penebangan kayu ilegal yang masih marak terjadi dalam sebagian kawasan hutan Aceh Besar terutama di Kecamatan Kuta Cot Glie. (red)
SHARE :
 
Top