lamurionline.com -- Kota Jantho : Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali meluncurkan penyuntikan perdana vaksin sinovac di RSUD Aceh Besar di Indrapuri, Jumat (15/1/2021) siang. Hadir Forkopimda Aceh Besar, Kadiskes Aceh dr Hanif, kepala OPD, camat, dan tenaga kesehatan.




Para pejabat tersebut terlebih dahulu diskrining oleh dokter dan akhirnya yang menjadi orang  pertama divaksin sinovac adalah dr Rosa Andriani SST yang juga kepala puskesmas Darul Imarah. 

Sementara, Bupati Mawardi Ali dan beberapa pejabat lainnya tak lulus skrining karena faktor kesehatan. Di awal peluncuran, dari 16 pejabat yang ikut skrining, hanya 12 orang yang bisa divaksin sinovac, sedangkan 4 orang lainnya gagal karena tidak memenuhi syarat kesehatan.




Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar kembali menegaskan, vaksin sinovac sangat penting di tengah kondisi pandemi. "Kita akan terus melakukan sosialisasi. Yang penting utamakan protkes," katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah  untuk mengobati dan memutuskan mata rantai Covid-19. "Vaksin sinovac sudah diluncurkan di seluruh Indonesia.

Di Aceh Besar sudah 5080 dosis yang sudah masuk. Tentu vaksin ini sudah melalui proses uji laboratorium yang cukup ketat," katanya.

Selain itu, kata Bupati, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksin sinovac adalah halal digunakan. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat tidak perlu takut divaksin "Dengan vaksinasi ini, Bupati berharap dapat memberi dampak yang lebih baik dalam penanganan Covid-19," ujarnya.

Mawardi Ali mengatakan, vaksin tersebut ditanggapi beragam oleh masyarakat, bahkan banyak informasi hoak yang beredar di media sosial. Namun, katanya, pemerintah telah memikirkan bahwa vaksin itu untuk menyelamatkan rakyat dari Covid-19.

"Ada pendapat yang tidak benar, viral di medsos. Oleh karena itu kita berharap semua perangkat pemerintah, media terus kita sosialisasikan ini," katanya.

Terlihat, saat pemeriksaan, satu persatu pejabat Pemkab Aceh Besar mendaftarkan diri untuk divaksin. Sebanyak 16 item pertanyaan saat skrining ditanyakan kepada calon penerima vaksin. Namun, apabila memiliki riwayat penyakit seperti btertera dalam 16 item tersebut, maka vaksin tidak berikan.

Salah seorang pejabat yang divaksin, Rahmawati SPd yang juga Kepala Bappeda Aceh Besar kepada wartawan menyatakan, vaksin itu biasa saja sehingga masyarakat tak perlu takut. "Biasa saja, tidak sakit. Saya juga tidak takut vaksin," katanya.

Sementara, Kadinkes Aceh, dr. Hanif yang juga menyaksikan vaksinasi itu, mengatakan, tahap pertama hanya dua daerah yang divaksin yakni Banda Aceh dan Aceh Besar.  "Sedangkan kabupaten/kota lainnya akan dilaksanakan vaksin mulai 15 Februari mendatang," kata Hanif. (Cek Man)

SHARE :
 
Top