LAMURIONLINE.COM I ACEH - Linda Wati Husaini (36) sejatinya adalah sosok wanita karir. Di usianya yang masih sangat muda, Inda --begitu dia biasa disapa-- telah memiliki jaringan bisnis di negeri jiran Malaysia.

Bersama adiknya, Muhammad Iqbal Husiani, wanita kelahiran tahun 1985 di Ulee Glee, Pidie Jaya, Aceh ini, mendirikan sebuah perusahaan jasa penukaran dan pengiriman uang atau money changer dan money transfer agent.

‘Chimita Berlian’ Sdn Bhd, begitulah merek yang mereka tabalkan pada perusahaan itu.

“Chimita berasal dari bahasa Aceh, yakni coba cari,” ungkap Inda dalam perbincangan dengan Media Serambinews.com di Banda Aceh, awal Juli 2021.

“Memang banyak yang menyangka perusahaan ini milik orang India, karena namanya agak mirip-mirip dengan kata-kata India,” ujar Inda.

Perusahaan milik Inda yang berkongsi dengan adiknya ini beralamat di Segambut, Kuala Lumpur Malaysia.

Chimita Berlian bukanlah satu-satunya usaha Inda dan keluarganya. Bersama abang dan adik-adiknya, Inda juga mewarisi beberapa kedai runcit (swalayan) peninggalan almarhum ayah mereka.

Namun, kehidupan mewah yang telah dinikmatinya di Malaysia tidak menjadikan dirinya lupa akan kampung halaman. Setiap tahun, Inda bersama suami dan anak-anaknya pulang ke Aceh, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabatnya.

Tapi, kepulangan Inda kali ini berbeda dengan biasanya.

Kali ini, Inda berencana akan menetap lama di Aceh. Salah satu alasannya adalah wasiat almarhum ayahanda, yang menginginkan Linda menyekolahkan anaknya di dayah atau pesantren di Aceh.

“Ayah mengamanahkan agar saat usia anak kami masuk SMP dibawa pulang ke Aceh untuk masuk pesantren,” kata Linda.

“Ayah ingin agar saya mengikuti jejaknya yang menyekolahkan kami semua (delapan bersaudara) di pesantren,” imbuhnya.

Almarhum ayahanda Linda bernama Husaini Bakri, atau akrab disapa dengan Toke Hus. Semasa hidupnya, Toke Hus merupakan salah satu pengusaha terkemuka di Malaysia. Ia juga memiliki beberapa swalayan dan usaha lainnya di tanah kelahirannya, di Pidie Jaya. Linda merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara.

Almarhum ayahanda Linda bernama Husaini Bakri, atau akrab disapa dengan Toke Hus. Semasa hidupnya, Toke Hus merupakan salah satu pengusaha terkemuka di Malaysia. Ia juga memiliki beberapa swalayan dan usaha lainnya di tanah kelahirannya, di Pidie Jaya. Linda merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara.

Pasangan yang menikah pada tahun 2006 ini dikaruniai seorang putra yang diberinama, Muhammad Azizi (kini berusia 12 tahun).

Awal Mula ke Malaysia

Linda bercerita, karir dan usahanya di Malaysia dimulai pada tahun 2003. Ketika itu, Inda baru saja menyelesaikan pendidikan Pesantren Modern Al-Kautsar Al-Akbar Medan Sumatera Utara.

“Saat itu, ayah yang sudah menjadi penduduk tetap di Malaysia menjemput Inda ke Medan untuk melanjutkan kuliah di Malaysia,” ujarnya.

Namun, takdir berkata lain. Setelah sampai di Malaysia, jiwa bisnisnya tumbuh tanpa sengaja. Bersama abang dan adik-adiknya yang telah terlebih dahulu tinggal di Malaysia, Inda ikut mengelola kedai runcit milik ayahnya.

Pergaulannya bersama ibu-ibu komunitas Aceh di Malaysia, semakin membuka pintu rezeki bagi Linda. Bersama adiknya, dia kemudian sepakat berkongsi mendirikan perusahaan jasa penukaran dan pengiriman uang, dengan merek dagang “Chimita Berlian Sdn Bhd”.

Sejak itu, Linda beberapa kali muncul di pameran yang dilaksanakan di mall-mall besar di Malaysia.

Wajahnya dengan gaya hidup sosialita bersama rekan sejawatnya di Malaysia, juga sering terlihat di media sosial.

Pulang ke Aceh

Belasan tahun Linda berada di Malaysia, tepat pada tanggal 10 Mei 2021 ia memutuskan kembali ke Indonesia untuk menunaikan wasiat sang ayah.

Awalnya, Linda berencana pulang hanya sekitar beberapa bulan, sampai putranya betah tinggal di dayah.

Linda di depan usahanya
Namun, kondisi di Malaysia yang masih berperang melawan pandemi Covid-19, membuat Linda memutuskan akan menetap lebih lama di Aceh.

“Saya lebih tenang di sini. Insya Allah suami juga akan pulang setelah lebaran Idul Adha nanti,” ujarnya.

Linda bercerita, saat pulang ke Indonesia awal Mei lalu, ia bersama putranya menjalani karantina selama lima hari di Jakarta.

Saat mereka ke luar dari Malaysia, negeri jiran itu juga sedang menerapkan pembatasan aktivitas alias lockdown.

“Hanya warga nonwarganegara yang memiliki memiliki dokumen lengkap yang bisa ke luar dari Malaysia,” ujarnya.

Aturan Pemerintah Malaysia, Linda dan suaminya yang memiliki paspor Indonesia diizinkan ke luar.

Sedangkan adik-adiknya yang telah menjadi warganegara Malaysia, dipastikan tidak akan bisa pulang ke Aceh dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan keadaan dunia akan segera membaik. Agar keluarga Aceh yang berada di Malaysia dan berbagai negara lainnya bisa tetap bertemu muka seperti sediakala,” ungkap Linda.

Menetap di Aceh

Hingga keadaan dunia membaik, Linda telah membulatkan tekad untuk menetap di Aceh.

Ia akan melaksanakan wasiat ayah dan ibunya, serta juga menjalankan usaha-usaha yang ditinggalkan sang ayah pada beberapa bidang di Aceh.

Jika keadaan negeri membaik, maka ia akan kembali ke Malaysia, namun sebagai pelancong, bukan sebagai penduduk yang menetap di Malaysia seperti beberapa tahun lalu.

Meskipun telah memiliki bisnis besar di Malaysia, tidak menjadikan Linda merasa asing di Aceh.

Ia bahkan mengatakan lebih merasa tenang di Aceh, ia juga merasa lebih dekat dengan keluarga.

Data Singkat

Nama: Linda Wati Husaini

Tempat/Tanggal Lahir: Uleegle, 1985

Alamat di Malaysia: Segambut

Alamat sekarang: Banda Aceh

Nama suami: Jufriadi

Nama anak: Iqrar Azizi

Nama ayah: Husaini

Nama ibu: Alawiyah Affan

Saudara kandung:

1. Masrul

2. Riadi Husaini

3. Lindawatihusaini

4. Zulfikal

5. Iskandar Muda

6. Masitah Husaini

7. Muhammad Iqbal

8. Muhammad Azmi

Sumber: Serambinews.com, Selasa (6/7/2021)

SHARE :
 
Top