Oleh: Juariah Anzib, S.Ag

Koordinator Kesiswaan MIN 11 Aceh Besar


Kehidupan dunia tak akan pernah luput dari ujian.  Berbagai ujian menimpa manusia dengan berbagai motif  dan macam ragamnya. Allah Swt menguji hambaNya agar tidak lalai dan terlena dalam fatamorgana dan kenikmatan alam semesta. Hidup tanpa ujian bagaikan lauk tanpa garam, terasa hambar dan tidak berselera. Dengan ujian menyadarkan manusia, bahwa hidup adalah tantangan yang harus dilewati dengan segenab kekuatan iman dan ketakwaan. Dengan ujian, manusia akan terdidik menjadi lebih dewasa dan bijak dengan pola pikir yang lebih rasional.

Orang yang tidak pernah mendapat ujian hidupnya selalu mudah membuatnya lupa daratan. Tidak terpikirkan bahwa hidup adalah perjuangan yang harus diperjuangkan. Ujian dapat  membentuk jiwa seseorang menjadi lebih kuat dan kokoh dalam menghadapi problematika kehidupan. Selalu siap siaga  menghadapi kemungkinan yang akan terjadi kapanpun dan dimanapun.

Menurut Sibel Eraslan dalam novelnya "Aisyah" menulis, bahwa dalam sebuah pertemuan Rasulullah saw menyebutkan, "Dunia adalah tempat ujian dan melelahkan." Rasulullah menambahkan, "Selain dari orang yang menjauhi larangan Allah, mereka tak akan selamat dari tangan-tangan dunia ini. Allah Swt telah menjelaskan mengenai tanda-tanda di dunia ini.

Ujian dapat menimpa manusia setiap saat, sebagai bukti bentuk kasih sayang Allah terhadap hambaNya. Ujian bukan hanya berupa kesengsaraan dan kesulitan. Tetapi ujian juga bisa dalam bentuk kemudahan dan kelapangan. Dalam menjalani kehidupan ini, Allah Swt menguji manusia dalam berbagai motif ujian yang berbeda.  Yang perlu disadari bahwa, tidak ada seorangpun di dunia ini yang luput dari ujian Allah Swt. 

Sibel menyatakan, dunia merupakan campuran antara halal, rasa malu, haram dan melelahkan. Kelelahan ujian bagi orang-orang kaya di dunia, sementara keletihan ujian bagi orang-orang miskin. 

Lelahnya ujian kehidupan  dunia tentu bagi orang-orang yang mencintai dunia berlebihan. Mencari kekayaan dan kemewahan untuk mengejar kebahagiaan dunia semata, karena kekayaan dan kemiskinan yang dimaksud adalah bukan hanya miskin harta, tetapi kurangnya  keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Rabbnya.

Sibel juga menyebutkan, bagi orang-orang alim, ujian yang diberikan Allah akan menjadi pembelajaran untuk menambah keimanan dan ketakwaan seorang hamba. Mengambil hikmah disetiap ujian yang diberikan, baik berupa kebahagiaan maupun kesengsaraan. Ujian yang diberikan kepada manusia bagaikan gelombang lautan yang tak pernah berhenti walau hanya sesaat. Satu gelombang belum pecah sementara yang lainnya telah menyusul di belakangnya.  Menerjang, menghantam, bahkan memporakporandakan  secara bertubi-tubi.  Demikian ujian yang Allah berikan kepada hambaNya. Satu masalah belum selesai, masalah yang lain muncul. Begitu seterusnya. 

Tanpa kekuatan iman dan takwa, manusia akan terombang ambing dalam gelombang permasalahan, yang membuatnya tenggelam dalam keputusasaan. Menganggap ujian sebagai hukuman terhadap dirinya, tetapi bagi insan muttaqin, hal tersebut merupakan tantangan  yang harus dihadapi secara lapang dada dan sabar. Bagi yang lulus dari ujian yang menimpanya, Allah akan mengangkat derajatnya ke tingkat yang lebih tinggi dan mulia. Orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian,  bagaikan batu karang di lautan yang siap diterjang ombak yang dahsyat. Namun ia tetap tegar dan kokoh menahan arus gelombang yang menderunya.

Demikian sebaliknya, orang-orang yang tidak berpegang teguh kepada ketentuan Allah dan selalu berburuk sangka kepada-Nya, maka  bersiap-siaplah hanyut  dan terseret ke dalam permasalahan yang menimpanya. Ia lemah, rapuh dan selalu mengeluh dalam menghadapi masalah. Rasulullah saw berpesan: ada dua hal yang harus dilakukan seorang muslim, yaitu bersyukur jika memperoleh kelapangan dan bersabar di saat  tertimpa musibah.

Apabila kedua hal tersebut diamalkan, tidak akan pernah ada yang namanya berkeluh kesah, ria dan putus asa. Allah selalu melapangkan urusan bagi orang-orang yang sabar, memberikan kemudahan setiap kesulitan. Sebagaimana firmanNya dalam Alquran surat al Insyirah ayat 6: Innama'al 'usri yusra, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.

Berpedoman kepada ayat tersebut kita dapat mengambil pembelajaran bahwa, setiap ujian yang menimpa seseorang pasti ada hikmahnya dan disertai dengan pengampunan dosa. Hal tersebut berkat ketulusan dan kesabaran dalam menjalani ujian Allah Swt. Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu bersyukur dan bersabar dalam menerima takdir  Allah. 

Editor: smh

SHARE :
 
Top