Oleh: Juariah Anzib, S.Ag

Koodinator Kesiswaan MIN 11 Aceh Besar

Hijrah arti dasarnya berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Namun jika dipahami lebih dalam, hijrah memiliki makna yang luas. Hijrah berawal dari perjalanan Rasulullah saw ketika berdakwah yang mendapat tantangan dahsyat dari kaun kafir Quraisy. Bahkan pamannya, Abu Lahab dan Abu Jahal, membenci dakwah Nabi saw. Di tengah suasana yang menyedihkan, Allah Swt memerintahkan Rasulullah saw dan pengikutnya berhijrah ke tempat yang lebih aman.  Adapun hijrah yang dilakukan Rasulullah dan kaum muslimin dari kota Mekkah Al Mukarramah ke kota Madinah Al Munawarah. 

Sejarah tersebut menjadi momentum yang cukup bernilai, menjadi awal perhitungan tahun Islam yang disebut dengan tahun hijriah. Perhitungan tahun ini berlaku berdasarkan  hijrahnya Rasulullah saw dan kaum muslimin ke Madinah. Peristiwa ini tercatat sebagai awal pembangunan peradaban Islam, sekaligus awal perkembangan dakwah Islam. Madinah merupakan kota pertama perkembangan Islam yang tercatat dalam sejarah peradaban dunia.

Dalam Halaqah Maghrib Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh yang disiarkan live melalui akun Youtube MasjidRayaTV (11 Agustus 2021) oleh Dr H A Mufakhir Muhammad  MA  mengatakan, hijrah merupakan suatu langkah perubahan dari kekafiran menuju ketaatan, dari jahiliah ke islamiyah, dari alam kebodohan menuju alam yang penuh ilmu pengetahuan. Hijrah dari alam kegelapan ke alam yang terang benderang. Meninggalkan keterbelakangan dari menyembah berhala kepada menyembah Allah Azza Wajalla, menuju cahaya Ilahi dengan keimanan dan ketakwaan.

Menurut Mufakhir, menyambut 1 Muharram berarti mengikuti jejak Rasulullah saw menuju  arah kebaikan. Jika diartikan lebih mendalam, hijrah adalah perpindahan dari kebiadaban menuju jalan  yang penuh dengan peradaban dan kemuliaan.  Hijrah merupakan perubahan prilaku yang tidak terpuji kepada akhlak mulia, sehingga adanya perubahan yang mengantarkan seseorang untuk mengubah pola pikir dan tindakan. 

Hijrah adalah mengubah seseorang dari malas beribadah kepada rajin shalat dan ibadah lainnya. Dari malas belajar dalam menuntut ilmu  menjadi tertarik  mempelajari berbagai pengetahuan. Orang yang enggan bersedekah, infak, zakat dan wakaf, akan berubah dan bersemangat melakukan amal salih ini. Jika ada yang tidak suka  membaca Alquran, akan timbul niat untuk mengaji. Semua itu bagian dari makna hijrah. 

Rasulullah saw mengingatkan, bahwa Alquran adalah penawar hati, pengobat dikala suka dan duka. Allah memberi kesenangan dan ketenangan bagi orang-orang yang selalu mengagungkan Alquran dengan membaca dan memahaminya. Setiap  mereka yang berhijrah, anggapan membaca Alquran dengan biasa saja juga akan berubah. Dia akan mentadabburkan Alquran, bukan hanya sekadar membaca saja, tetapi juga memahaminya dengan baik. Allah Swt berfirman, "Mengapa engkau tidak mentadabburkan Alquran ataukah hatimu sudah tertutup?"

Inilah di antara arti hijrah. Membawa diri kepada perubahan  dari hal-hal yang tidak baik menuju kepada kebaikan, dari yang tidak mengetahui menjadi memahaminya dengan baik,  dan menjalaninya secara sempurna.

Mari kita berhijrah dalam arti yang luas. Tidak hanya memahaminya dalam arti sempit. Hijrah dengan mengubah diri secara perlahan menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat dalam  segala aspek kehidupan. Mengejar ketinggalan amaliyah dan ubudiyah untuk menggapai ridha Ilahi. Wallahua’lam.

Editor: smh

SHARE :
 
Top