Oleh:  Juariah Anzib, S.Ag

Penulis Buku Menjadi Guru Profesional



Menurut sejarah ada dua orang Zainab yang menjadi istri Rasulullah dengan orang yang berbeda. Yang satu Zainab binti Khuzaimah dan yang satu lagi Zainab binti Jahsy. Keduanya memiliki kelebihan yang berbeda, namun sama-sama menjadi pendukung dakwah Rasulullah saw.

Zainab binti Jahsy adalah  istri Rasulullah ketujuh,  setelah Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah. Menurut riwayat, Zainab juga tidak kalah cantiknya dengan Ummu Salamah. Di samping itu, ia memiliki rasa percaya diri yang luar biasa dan selalu bersikap optimis (percaya diri) dalam berbuat dan bertindak.

Dalam Sirah Nabawiyah Tafsir Fi Zhilalil Quran karangan Prof Abdul Malik As-Syaibany, Sayyid Qutbh menulis, Rasulullah menikah dengan Zainab binti Jahsyi setelah menikahkannya dengan budak yang telah dijadikan sebagai anak angkatnya, yaitu Zaid bin Haritsah. Namun disebabkan rumah tangga Zaid dengan Zainab tidak harmonis, maka Zaid menceraikan Zainab. 

Meskipun sempat melarang perceraian mereka, namun akhirnya Rasulullah menyetujuinya, karena mereka tidak bisa akur kembali. Allah Swt menurunkan wahyu atas perceraian mereka. Di dalamnya mengandung hukum, bahwa seorang ayah angkat boleh menikahi mantan istri anak angkat.

Untuk memuliakannya, setelah Zaid menceraikan Zainab, Rasulullah menikahinya. Karena Allah sendiri yang memerintahkannya  dalam Al Quran surat Al-Ahzab ayat 37: "Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi."  

Zainab binti Jahsy seorang wanita cantik dan molek. Kecantikannya membuat Aisyah cemburu berat hingga menangis. Rasulullah sangat memahami Aisyah dan selalu menenangkan dengan lemah lembut. Zainab masih termasuk kerabat dekat Rasulullah saw, anak bibi Rasulullah, dan sepupu Rasulullah sebelum menjadi  istrinya. Zainab binti Jahsyi termasuk orang  yang masuk Islam sejak priode Mekah. Ia ikut hijrah ke Madinah bersama muslimin lainnya demi menyelamatkan akidahnya.

Nama asli Zainab adalah Barrah, maka Rasulullah menggantikannya dengan Zainab. Zainab binti Jahsy bin Ri'ab bin Al-Asadiyyah. Ia lebih dikenal sebagai sepupu Rasulullah yang akrab disapa dengan sebutan Ummu Al-hakam. Sebutan ini digelar karena Zainab seorang yang sangat dermawan dalam membelanjakan harta di jalan Allah. Ia sangat pemurah dan penyayang, bukan hanya cantik, tetapi juga lembut dan salihah. Ia wanita yang memiliki keistimewaan dan terkenal dengan kemurahan hatinya. Demikian tulis Ani Nursalikah (Republika.co.id 13/5/2021).

Menurut Muhammad Hafil, Zainab binti Jahsy salah seorang istri Rasulullah yang meninggalkan teladan yang baik. Di antara kebaikan akhlaknya, sikap penyayang dan dermawan. Ia terkenal sebagai seorang muslimah yang sangat mendukung dakwah Rasulullah saw. Ia istri Rasulullah yang pertama meninggal setelah Rasulullah wafat. 

Inilah sekilas teladan ummul mukminin, ibunda Zainab binti Jahsy. Semoga kepribadiannya menjadi contoh kebaikan bagi kita semua dengan cara menerapkan kedermawanan  yang dicontohkannya seperti berinfak, sedekah, dan wakaf. Amalan tersebut dapat menerangi alam kubur sampai akhirat nanti.*

Editor: smh

SHARE :
 
Top