lamurionline.com -- Jantho : Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran (LPPTKA) Aceh Besar melaksanakan pelatihan bagi ustaz dan ustazah, di aula Kantor Camat Suka Makmur, Aceh Besar, Minggu (19/12/2021).

Direktur Daerah (Dirda) LPPTKA Aceh Besar, Ustaz Taqwallah SPdI berharap pasca pelatihan ini, ustaz dan ustazah bisa implementasikan dalam kegiatan sehari-hari di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).

"Demi menciptakan generasi qurani," ucap Ustaz Taqwallah.

Ia menjelaskan pelatihan seperti ini sudah dilaksanakan sejak Maret di 10 lokasi, akan berakhir pada Desember 2021.

Pelatihan di Kantor Camat Suka Makmur merupakan lokasi ke-9 dan diikuti peserta dari Kecamatan Kuta Cot Glie, Kuta Malaka, Indrapuri, Suka Makmur, Ingin Jaya dan Peukan Bada. Sedangkan lokasi ke-10 dilaksanakan Pulo Aceh.

"Dari 9 lokasi, telah diikuti lebih dari 800 peserta," jelasnya.

Pemateri yang dihadirkan merupakan para tenaga profesional  di bidang TPA, yaitu unsur LPPTKA, praktisi TPA dan mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.

Pada akhir sambutan, Taqwallah berharap semua stakholder ikut membantu dan memajukan TPA.





Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar, H Khalid Wardana SAg MSi yang hadir dan memberikan pembinaan mengatakan TPA merupakan lembaga yang memiliki peran besar dan terdaftar di Kemenag.

"Alhamdulilah hampir semua TPA yang terdaftar dapat bantuan dari Kemenag Aceh Besar. Ini bentuk perhatian pemerintah," kata Khalid Wardana dalam sambutannya.

Ia mengingatkan pengurus TPA harus aktif dan kreatif, meski dalam kondisi kekurangan fasilitas dan anggaran.

Mantan ketua KNPI Aceh Besar  yang 10 tahun pernah menjadi guru TPA ini mengisahkan tantangan TPA masa dahulu, tidak seberat sekarang, sebab kini guru harus bersaing kreatifitas dengan anak-anak yang ketagihan android dan game.

"Guru sekarang harus lebih terampil saat mengajar, tak hanya menguasai ilmu agama dan pendidikan tetapi  harus mampu bernyanyi islami, bercerita, dan klasikal," katanya.

Usia anak TPA, sebut Khalid, masa yang harus dibentuk karakter, nilai agama, dan kreatifitas.

Pihak TPA juga diminta menyesuaikan diri dalam hal pelajaran dan kurikulum seperti yang diperbaharui LPPTKA. Selain itu, harus mampu memanfaatkan teknologi (IT) dan berbahasa asing.

"Siapa yang kuasai IT dialah yang akan mampu berkompetisi dan merebut peluang yang ada," tegas Khalid.

Kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) perlu ditingkatkan. Bukan hanya sebatas memahami materi TPA, tapi juga bahasa asing dan IT.

Ia berharap TPA memperkuat manajemen lembaga, karena tidak tertutup kemungkinan ada pengurus TPA yang tidak solid, sehingga tak berjalan program lembaga. Dalam hal ini, Kemenag selalu membuka ruang untuk melayani kepentingan TPA.

Sementara itu, Camat Sukamakmur, Azhari SH MSi mengatakan ustaz dan ustazah merupakan garda terdepan untuk membuka mata anak-anak, dalam rangka menyerap ilmu pengetahuan.

"Usia anak TPA adalah masa-masa keemasan, karena sedang tumbuh dan berkembang," kata Azhari saat membuka acara ini.

Menurutnya, pendidikan TPA sangat menentukan masa depan anak. Maka ustaz dan ustazah layak disandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Selain mengabdi karena Allah, peran guru TPA sangat menentukan arah masa depan mereka. (Cek Man/Khalid)

SHARE :
 
Top