Oleh: Hamdani Mulya 

(Guru SMAN 1 Lhokseumawe dan Pengamat Sejarah Ulama Aceh)


Jasa besar Abon Abdul Aziz bin Muhammad Shaleh dalam mengikis awan kejahilan (kebodohan) membuat wajah lembutnya selalu terkenang indah dalam jendela jiwa setiap orang yang mengenalnya.

Spirit beut semeubeut (belajar mengajar) yang ia dengungkan menjadi inspirasi bagi murid-muridnya dalam mendirikan ratusan dayah dan balai pengajian.

Abon adalah sosok yang berjubah keteladanan dan kesederhanaan. Ia adalah samudera keberkahan dan rektor universitas peradaban. Namun, tak ada sedikitpun aura kesombongan yang ia munculkan. Abon sosok ulama yang rendah hati dan bersahaja yang hidup dipenghujung abad 20.

Ia telah menggoreskan likuk liku kehidupannya yang singkat di lembaran sejarah kehidupan dengan tinta emas. Abon Abdul Aziz menduduki posisi terhormat di atas mimbar pendidikan negeri ini. Riwayat hidupnya begitu mempesona laksana akhlaknya yang luhur.



Abon Abdul Aziz telah sukses melukis kanvas kehidupannya dengan tinta pengabdian. Rekam jejaknya terukir dengan tinta emas dalam lembaran kehidupan mengajarkan kita tentang perjuangan, kegigihan, kesabaran, dan keikhlasan.

Begitupun kisah Abon yang lukiskan oleh tim penulis buku Biografi Abon Abdul Aziz yang terbaca pada lembaran buku ini, buku yang diterbitkan oleh LBM Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. Menambah ragam khazanah literatur sejarah ulama nusantara. Abon Abdul Aziz bisa dikatakan sebagai salah seorang ulama yang termasuk dalam jaringan ulama Asia Tenggara, termasyhur diantara ulama-ulama dunia. Abon selain gigih mengajar juga piawai dalam berdakwah serta mewariskan ribuan murid. Buku karya intelektual muslim, sebuah karya cendekiawan berlatar pesantren.Tokoh yang dikagumi masyarakat dan muridnya. Abon Abdul Aziz adalah kilauan permata ilmu yang bersinar dari samudra bernama Aceh, bumi berjuluk Serambi Mekkah.


Aceh Utara, 1 Januari 2022

SHARE :
 
Top