Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar SP saat melakukan panen padi sawah di Gampong Gapuy, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK DISTAN ACEH BESAR

lamurionline.com -- Kota Jantho : Program ketahanan pangan yang sedang digalakkan, terutama padi sawah di Kabupaten Aceh Besar pada kenyataannya cukup menggembirakan. Pasalnya, produksi padi Kabupaten Aceh Besar tahun 2021 dan penggunaanya serta ketersedian stok mencapai 297,189,51 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan luas baku sawah Kabupaten Aceh Besar seluas 25,692 hektar.

Tahun ini produksi padi di Aceh Besar mencapai 69.868,48 ton hektare, dengan realisasi luas tanam musim tanam gadu 2016 seluas 11.641 Ha (105,54%) dari luas sasaran tanam 11.030 hektare, terdapat kelebihan tanam 611 hektare, luas panen 11.347 hektare, dengan produktivitas 6,16 ton/hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar SP kepada media ini di Kota Jantho, Jum’at (11/2/2021) mengatakan. saat ini tanam padi Kabupaten Aceh Besar seluas 40,165 hektar dan luas panen padi Aceh Besar mencapai 40.608 hektar.
“Dengan luas tanam padi dan luas panen tersebut, maka padi angka surplus padi mencapai 223,951,17 ton, dan produktivitas 6,41 ton per hektar,” sebutnya.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan konsumsi padi masyarakat Aceh Besar sebesar 56,775 ton dengan jumlah penduduk Aceh Besar yang mencapai 405,535 jiwa.
“Selain kebutuhan konsumsi, kebutuhan untuk buffer stock yang digunakan untuk korban bencana sebesar 14,859,48 ton, sedangkan untuk kebutuhan benih 1,603,96 ton, jadi total keseluruhan kebutuhan padi Aceh Besar mencapai, 73,238,34 ton pertahun,” jelas Jakfar SP didampingi Kepala Bidang Produksi Distan Aceh Besar, Agus Rizal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar SP dan sejumlah pejabat lainnya melakukan panen padi sawah di Gampong Gapuy, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK DISTAN ACEH BESAR


Lebih lanjut, Jakfar menjelaskan bahwa program pertanian tahun 2022 Dinas Pertanian Aceh Besar akan mengembangkan demfarm yaitu, pengembangan padi sawah tadah hujan ramah lingkungan, demfarm sendiri merupakan demonstrasi yang dilakukan secara kerjasama oleh petani-nelayan dalam suatu kelompok tani-nelayan.
“Jadi kita akan kembangkan Varietas Unggul Baru (VUB) padi sawah tadah hujan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara Kabid Produksi, Agus Rizal menambahkan bahwa meskipun dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, termasuk Aceh Besar, namun produktivitas padi di Aceh Besar terus meningkat, bahkan Aceh Besar mampu surplus.
“Kita terus berinovasi meningkatkan produksi padi, sehingga ketersediaan stok padi di Aceh Besar tetap mencukupi dan bahkan bisa mensuplay untuk daerah lain seperti Kota Banda Aceh dan Sabang,” pungkasnya. (Cek Man)

SHARE :
 
Top