lamurionline.com -- Banda Aceh -- Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh  mengadakan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) ke-2  dengan tema Membangun Kepemimpinan yang Tangguh, Mandiri, dan Berkarakter Pancasila pada Sabtu dan Minggu 21-22 Oktober 2023 di halaman SLB TNCC Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri 17 anggota pramuka dengan ketunaan autisme, tunagrahita, tunarungu, dan MDVI yang didampingi oleh 9 orang panitia dan pembina pramuka.

Kepala SLB TNCC DM. Ria Hidayati S.Psi, M.Ed menyampaikan, kegiatan Persami merupakan salah satu perwujudan tuntutan dari program sekolah penggerak dengan pembelajaran ekstrakurikuler yang berorientasi pada siswa dan mencerminkan profil pelajar Pancasila dalam hal keimanan dan akhlak yang mulia, mandiri, gotong royong, kreatif,  serta bernalar kritis. 

“Kegiatan ini, merupakan wujud akhir dari latihan pramuka yang selama ini dilaksanakan untuk melatih aspek adaptasi dan interaksi sosial, kemandirian, disiplin, serta terlatih. Selain itu, inti kegiatan latihan pramuka juga tampak dalam kegiatan jelajah yang terdiri atas tiga pos untuk menguji kepahaman sebagai anggota pramuka,” ujarnya.

Hidayati  menambahkan, yang paling mengharukan kegiatan ibadah shalat berjamaah dilakukan secara rutin selama Persami. "Hampir seperti mendampingi siswa reguler rasanya, karena saat azan shubuh berkumandang mereka bangun untuk shalat, lalu mandi dan beraktivitas pagi seperti anak pramuka pada umumnya, padahal malamnya hanya tidur beberapa jam saja," ujarnya.  

Ketua Panitia Kegiatan Persami Marhamah, S.Pd mengatakan, tahun ini sudah kedua kalinya dilaksanakan Persami di bawah binaan bidang kesiswaan,  yaitu melalui Program Ekstrakurikuler Wajib (Kepramukaan). Selain itu,  para peserta antusias mengikuti kegiatan ini walaupun sebagian dalam kondisi kurang sehat. 

"Mereka kooperatif dan disiplin dalam mengikuti semua rangkaian acara, sehingga berjalan dengan lancar,"  ujarnya.  

Korlap yang juga Waka Kesiswaan Eva Yulita, S.Sos.I menyampaikan,  tujuan Persami untuk melatih para siswa lebih mandiri, mampu bersosialisasi dengan baik, bisa mengurus diri tanpa pendampingan orangtua, mengenali alam secara nyata, melatih problem solving,  serta menambah pengalaman praktis.  

“Kegiatan ini, dilaksanakan dalam bentuk apel atau upacara pembukaan, pemasangan tenda, masak memasak, shalat bersama, api unggun,  pentas seni, senam pramuka, materi gerakan PBB, jelajahan lingkungan sekolah, serta diakhiri dengan apel penutupan,” pungkasnya. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top