lamurionline.com -- Jerman -- Hari terakhir Ramadhan kali ini bertepatan hari pertama kami tiba di Jerman, tepatnya di kota Frankfurt. 

Kami diundang untuk menghadiri buka puasa bersama di Mesjid Indonesia, Frankfurt. Di mesjid ini masyarakat Indonesia yang tinggal di Jerman melakukan buka puasa bersama.

Mesjid Indonesia Frankfurt ini pertama kali diinisiasikan pada tahun 2010, namun baru pada November 2014 resmi digunakan. Pengalaman ini tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik setelah berpuasa sepanjang hari, tetapi juga tentang menghargai kebersamaan, ukhuwah wathaniyah, dan solidaritas sesama masyarakat Indonesia di Frankfurt, Jerman.

Mesjid Indonesia di Frankfurt menjadi tempat yang ramai dan hangat saat menjelang waktu berbuka puasa. Suasana di dalam mesjid dipenuhi dengan semangat kebersamaan, dengan sajian hidangan yang menggugah selera di atas meja bersama. Hidangan berbuka disediakan donatur atau dimasak bersama.

Kami duduk bersama menunggu waktu berbuka sambil bercengkrama ringan dan berbagi pengalaman, terutama menyerap pengalaman berharga dari mereka yang telah tinggal cukup lama di Jerman.

Menu iftar di Mesjid Indonesia sangat menggoda. Mulai dari kurma manis yang menjadi tradisi berbuka puasa, hingga hidangan-hidangan khas Indonesia seperti takjil, gorengan, bubur sumsum ketan hitam, hingga makanan utama dengan cita rasa Indonesia . Setiap hidangan disajikan dengan penuh kasih sayang oleh sukarelawan mesjid, menciptakan atmosfer kehangatan dan keakraban di antara semua yang hadir. 

Setelah azan Maghrib berkumandang, momen berbuka puasa dimulai dengan mengonsumsi takjil, bubur dan segelas air. Saat makanan dimulai, suasana di mesjid menjadi tenang, dan doa-doa pun dikumandangkan sebelum memulai makan bersama. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai keagamaan dan kesabaran yang dibutuhkan selama bulan Ramadan.

Setelah shalat magrib berjamaah, malam idul Fitri semakin terasa hangat dengan lantunan takbir. Suasana bahagia bercampur haru mewarnai suasana takbir. Kerinduan akan kampung halaman terlihat dari setiap wajah, bahkan beberapa orang ikut menangis haru dan meluapkan rindu akan kampung halaman. Suasana hangat iftar terakhir malam ini ditutup dengan makan malam bersama.

Selain menjadi momen beribadah, berbuka puasa bersama di mesjid juga melambangkan solidaritas dan kepedulian. Saya melihat bagaimana komunitas Muslim di Jerman, terutama dari Indonesia, saling mendukung dan berbagi dalam semangat Ramadan. Tidak hanya untuk anggota komunitas, tetapi juga untuk tamu seperti kami yang datang dari luar.

Berbuka puasa di Mesjid Indonesia, Frankfurt, menjadi pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi saya. Selain memenuhi kebutuhan fisik, ini adalah momen untuk merayakan persatuan umat Islam dalam keberagaman budaya. Pengalaman ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kebersamaan, solidaritas, dan toleransi, yang menjadi inti dari budaya Ramadan di seluruh dunia. Saya berharap dapat terus berbagi pengalaman ini dengan teman-teman dan keluarga ketika kembali ke tanah air.

Penulis : Humam Asrawi (Peserta Studi visit DAAD Mahasiswa PBI UIN Ar-Raniry)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top