LAMURIONLINE.COM | SABANG - Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh kembali mencuat pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X yang digelar di Hotel Fajar Bireuen, Minggu, 4 Januari 2026. Setelah kepengurusan Harian DPW PPP Aceh resmi demisioner, muncul isu akan adanya sejumlah pimpinan kabupaten/kota yang memilih hengkang dari partai berlambang ka'bah tersebut.
Isu itu terjawab ketika salah satu pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Sabang sekaligus tokoh muda daerah, Devan Yuanda, atau yang dikenal Dekpan, menyampaikan surat pengunduran dirinya.
Devan menyampaikan kepada media Jumat (9/1/2026), keputusan ini telah dipertimbangkan secara serius dan dibahas bersama keluarga serta para senior dalam partai.
"Saya menegaskan bahwa saya telah mengundurkan diri dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Sabang, Aceh. Semoga ini menjadi keputusan yang baik dan berkah," ujarnya.
Selain faktor kondisi partai, Devan menjelaskan, ia kini memilih fokus pada bisnis keluarga di sektor kelautan. Ia bersama abangnya, Touke Komo, tengah mengembangkan usaha ekspor-impor gurita dan ikan tuna yang telah berlangsung selama hampir dua dekade di Balohan, Sabang.
Tokoh pemuda yang pernah membawa PPP Sabang meraih dua kursi DPRK (satu di setiap daerah pemilihan pada periode 2015–2020) mengakui sebenarnya masih memiliki kedekatan emosional dengan partai. Namun menurutnya, realitas politik yang terjadi membuatnya harus berpikir realistis.
"Saya masih sayang dengan partai ini, tetapi kita harus melihat kenyataan bahwa era kejayaan PPP sudah tidak ada lagi. Pada Pemilu 2024, PPP kehilangan kursi DPR RI dan tidak lolos ambang batas parlemen 4%. Padahal saat itu kondisi internal tanpa konflik dan memiliki waktu persiapan yang cukup," jelasnya.
Devan juga menyoroti konflik internal yang muncul dalam forum Muktamar PPP terakhir, yang menurutnya menjadi kemunduran bagi proses konsolidasi yang seharusnya membangkitkan kembali kekuatan partai.
"Muktamar seharusnya momentum pemersatu, tetapi justru terjadi kericuhan yang berpotensi menimbulkan kembali konflik di tubuh PPP," tambahnya.
Ia menegaskan, keputusannya bukan motivasi politik atau kekecewaan pribadi, melainkan pilihan sadar untuk menata masa depan dan menekuni bidang usaha.
"Intinya saya keluar dari PPP karena ingin fokus menjalankan bisnis saya. Semoga keputusan ini menjadi jalan yang baik dan penuh berkah. Amin," tutupnya. (Sayed M. Husen)

0 facebook:
Post a Comment