LAMURIONLINE.COM | PIDIE - Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pidie meluncurkan program unggulan 2026 bertajuk IPARI Pidie Peduli Pasien, sebagai bentuk kepedulian penyuluh agama terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan. Pelaksanaan perdana program ini dilakukan Rumah Sakit Mufid Sigli, pada Kamis, (12/3/2026).
Ketua PD IPARI Pidie Tgk H Mukhlisuddin MA menyampaikan, kegiatan itu melibatkan empat personil Penyuluh Agama Pidie, Tgk. Mukhlisuddin, Tgk. Rinaldi, Ustazah Asni Chairani, serta Ustazah Jummiati. Mereka melakukan pendampingan rohani pasien, mulai dari mendoakan kesembuhan, memberikan motivasi dan semangat kepada pasien dan keluarga pendamping, hingga melayani konsultasi fikihh terkait thaharah dalam kondisi darurat. Para penyuluh juga membimbing praktik shalat hurmatul waktu bagi pasien yang sedang sakit.
Ia menambahkan, kegiatan menjenguk orang sakit memiliki nilai kemanusiaan dan spiritual. Menurutnya, kehadiran penyuluh dapat memberikan perasaan kepada pasien bahwa mereka diperhatikan, dicintai, dan didoakan agar segera sembuh. Hal ini mampu menenangkan hati pasien dan membantu mengurangi beban psikologis.
“Selain itu, kunjungan kepada orang sakit kita yakini dapat menumbuhkan semangat, motivasi, dan sugesti positif bagi pasien. Dorongan moral dan spiritual tersebut menjadi kekuatan dari dalam diri pasien untuk melawan penyakit yang dideritanya, sehingga menumbuhkan optimisme, ketenangan, dan harapan pulih,” ungkapnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Samhudi, S.SI, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program IPARI Pidie Peduli Pasien. Ia menilai program ini cukup bermanfaat, karena menghadirkan layanan bimbingan spiritual bagi masyarakat yang sedang sakit.
“Kami mengapresiasi inisiatif para penyuluh agama melalui IPARI Pidie. Program ini tidak hanya membantu pasien secara rohani, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (Sayed M. Husen)



0 facebook:
Post a Comment