LAMURIONLINE.COM | BIREUN - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menutup secara resmi Program Pesantren Terapi Ruhani Ramadhan (Pesan Teraman) bagi anak-anak penyintas banjir dari MIN 42 Bireuen di Masjid Al-Ikhlas, Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu sore (7/3/2026).
Dalam sambutannya, Azhari menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemenag dalam memberikan penguatan spiritual kepada anak-anak yang terdampak bencana.
“Anak-anak ini perlu kita dampingi, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan spiritual, agar mereka tetap memiliki semangat dan harapan untuk masa depan,” ujarnya.
Ketua IPARI Kabupaten Bireuen, Drs. Muzakir, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama enam hari sejak 2 Maret 2026 ini merupakan program Kantor Wilayah Kemenag yang pelaksanaannya dimandatkan kepada Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen, diikuti oleh 48 siswa MIN 42 Bireuen yang merupakan anak-anak penyintas banjir.
Seluruh rangkaian aktivitas Pesan Teraman dilaksanakan di tenda darurat, karena gedung MIN 42 Bireuen yang beralamat di Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan masih terdampak banjir. “Untuk sementara waktu, proses belajar mengajar dipindahkan ke halaman Masjid Al-Ikhlas, Gampong Raya Dagang,” ungkapnya.
Muzakir menambahkan, pada kegiatan penutupan para peserta juga menerima bingkisan berupa snack, botol air minum, serta sarung. Sarung yang dibagikan kepada para peserta merupakan donasi dari Tim Elmuk Service Singapura sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyintas banjir.
Ia mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala MIN 42 Bireuen dan para fasilitator yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh, H. Zulfikar, S.Ag, M.Ag, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk kembali merasakan kebersamaan dan keceriaan setelah melalui musibah. Ia berharap pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan dapat menjadi kenangan yang menguatkan bagi anak-anak.
Sementara Kepala MIN 42 Bireuen, Zahara, S.Pd., melaporkan, kondisi madrasah tidak menyurutkan semangat para siswa untuk tetap belajar dan mengikuti kegiatan.
“Meski harus belajar di tenda darurat, anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan ini. Program ini sangat membantu mereka untuk kembali bersemangat setelah musibah banjir,” ungkapnya.
“Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan reflektif yang dirancang untuk membantu mereka mengenali perasaan, menumbuhkan kesabaran dan tawakal, serta membangun kembali semangat setelah mengalami musibah,” ungkapnya. (Syahrati/Sayed M. Husen)





0 facebook:
Post a Comment