LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR
- Ketua Remaja Masjid Abu Indrapuri, Ustaz Nazirullah, mengajak umat Islam melakukan evaluasi diri di penghujung bulan suci Ramadhan. Ia menyampaikan hal itu dalam ceramah Ramadhan di Masjid Abu Indrapuri, Aceh Besar, Rabu (19/3/2026).

Dalam ceramahnya, Ustaz Nazirullah menyinggung perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebutkan, organisasi Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, sementara pemerintah masih akan menentukannya melalui sidang isbat.

Lebih jauh, ia menilai perlu menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi. Menurutnya, setiap muslim mesti bertanya pada diri sendiri apakah ibadah puasa yang dilakukan benar-benar telah mengantarkan pada derajat takwa atau justru hanya sebatas menahan lapar dan dahaga.

“Semoga puasa yang kita jalani benar-benar sempurna dan bernilai di sisi Allah,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, salah satu ciri diterimanya ibadah puasa adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Di antaranya, semakin rajin membaca Al-Qur’an (tadarus), memiliki sikap ramah, gemar bersedekah, serta istiqamah dalam melakukan berbagai amal kebaikan.

Selain itu, lanjutnya, keberhasilan Ramadhan juga tercermin dari kebiasaan baik yang tetap terjaga di luar bulan suci, seperti melaksanakan puasa-puasa sunnah, meningkatkan kualitas kesabaran, mampu menahan amarah, serta menghindari konflik.

Ustaz Nazirullah juga mengingatkan, kehidupan seorang mukmin tidak lepas dari ujian. Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an yang menegaskan, manusia tidak akan dibiarkan begitu saja mengaku beriman tanpa diuji.

“Ketika seseorang terus berbuat kebaikan, maka yakinlah Allah akan membalasnya dengan kebaikan pula,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, orang yang berhasil menjalani Ramadhan akan merasakan kecintaan terhadap ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, serta memiliki tekad bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah, dengan mengutip ajaran Al-Qur’an tentang keharusan bersikap tegas terhadap orang-orang yang memusuhi Islam (kuffar), namun penuh kasih sayang terhadap sesama muslim.

“Namun realitas yang kita lihat hari ini justru sebaliknya. Kita sering keras terhadap sesama muslim, tetapi lunak terhadap pihak yang memusuhi,” ungkapnya.

Ia mengajak umat Islam kembali meluruskan sikap dan menjadikan nilai-nilai Ramadhan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (Sayed M. Husen)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top