LAMURIONLINE.COM | ACEH - Dayah Darul Quran Aceh menggelar kegiatan halal bihalal dalam rangka menyambut kembalinya para santri pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Mansor, Kompleks Dayah Darul Quran Aceh, Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (31/3/2026) malam.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Seluruh unsur pimpinan dayah turut hadir, mulai dari Sekretaris Dayah Darul Quran Aceh, Ustaz Muhammad Faizal, S.PdI, kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, kepala keputrian, kepala pengasuhan, kepala Ta’limul Quran, hingga seluruh stakeholder di lingkungan dayah.
Momentum halal bihalal ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pimpinan dan para santri, sekaligus menandai dimulainya kembali proses belajar mengajar di dayah setelah libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri.
Direktur Dayah Darul Quran Aceh, Ustaz Hajarul Akbar, MA dalam arahannya menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para santri. Ia menekankan pentingnya menjaga adab dan penampilan sebagai cerminan seorang muslim.
“Santri harus berpenampilan dengan baik, karena itu mencerminkan kepribadian seorang muslim. Berpakaianlah dengan sopan dan rapi, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang kita junjung,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para santri terus meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadhan. Menurutnya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur selama bulan tersebut, tetapi juga dari konsistensi ibadah setelahnya.
“Jangan sampai semangat ibadah hanya ada di bulan Ramadhan. Tingkatkan shalat, perbanyak murajaah Al-Qur’an, dan jadikan itu sebagai kebiasaan harian,” katanya.
Ustaz Hajarul Akbar juga mendorong para santri untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah diperoleh. Ia juga berharap seluruh santri dapat kembali fokus dalam menuntut ilmu, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas diri baik dalam aspek akademik maupun spiritual.
“Teruslah belajar, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang ada. Santri harus memiliki semangat tinggi untuk memperdalam ilmu agama dan pengetahuan lainnya,” tuturnya.*


0 facebook:
Post a Comment