LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH – Hari pertama masuk kerja pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa (2/6/2026), Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh menggelar kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan kajian keagamaan dalam rangka peningkatan kinerja aparatur.
Kajian tersebut disampaikan oleh H. Abrar Zym, S.Ag., M.H., yang mengangkat tema “Makna Pengorbanan dalam Kehidupan di Satuan Kerja”. Dalam tausiyahnya, Abrar Zym mengajak seluruh peserta untuk memaknai kembali nilai-nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa semangat berkurban tidak hanya dimaknai dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku saat menjalankan tugas sebagai aparatur. Merujuk pada Surah Al-Kautsar ayat 1–3, Abrar menyampaikan bahwa Allah SWT telah memberikan banyak nikmat kepada manusia, sehingga sudah sepatutnya disyukuri melalui ibadah dan berbagi kepada sesama.
“Setiap pekerjaan yang kita lakukan merupakan bagian dari amanah atas nikmat yang Allah berikan. Karena itu, bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari pukul 08.00 hingga 17.00, tetapi juga menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran demi kemajuan instansi serta pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain pengorbanan waktu dan tenaga, Abrar juga menekankan pentingnya mengorbankan ego demi kepentingan tim. Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat dibangun melalui kemampuan untuk saling mendengarkan, menghargai perbedaan karakter, dan mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.
“Pengorbanan berarti bersedia menurunkan ego, mendengarkan rekan kerja, dan saling mendukung demi menghasilkan kinerja terbaik, bukan saling menjatuhkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin dan integritas dalam menjalankan tugas. Aparatur dituntut untuk mampu mengorbankan godaan bermalas-malasan, melakukan korupsi waktu, maupun menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
“Menjaga integritas adalah bentuk pengorbanan moral yang besar demi menjaga marwah dan kepercayaan terhadap satuan kerja,” tegasnya.
Pada bagian akhir tausiyah, Abrar mengajak seluruh peserta untuk menanamkan keikhlasan dalam memberikan pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan tulus akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
“Pengorbanan juga bermakna memberikan pelayanan terbaik dengan senyuman, bahkan ketika sedang lelah. Ubah rasa lelah menjadi lillah. Kalau tidak mendapat piala, insya Allah akan mendapat pahala,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bapelkes Aceh, Ayong Liza, SKM, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan motivasi kerja setelah perayaan Idul Adha.
“Kegiatan ini menjadi sarana berbagi ilmu, memperkuat kebersamaan, serta memperkaya pemahaman tentang makna pengorbanan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh pegawai Bapelkes Aceh dapat mengimplementasikan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, integritas, dan semangat melayani dalam menjalankan tugas sehari-hari demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas.*


0 facebook:
Post a Comment