LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR
-  Camat Kecamatan Darul Kamal Husaini SPdI mewakili Bupati Aceh Besar melantik Tuha Peut dari tujuh gampong masa jabatan 2026–2032. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Camat Darul Kamal, Aceh besar, Kamis (13/8/2026).

Tuha Peut tujuh gampong dimaksud masing-masing Gampong Mane Dayah, Turam, Biluy, Lambatee, Lamkunyet, Empetrieng, dan Lambaro Biluy. Setiap gampong menetapkan lima orang Tuha Peut yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan dua anggota.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, kepala KUA, para keuchik gampong, serta mantan Tuha Peut yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Prosesi pelantikan oleh Camat Darul Kamal Husaini, S.Pd.I dan pengambilan sumpah jabatan dipandu Kepala KUA Darul Kamal, Drs Safaruddin. Prosesi berlangsung khidmat dan diikuti para Tuha Peut terpilih dengan penuh tanggung jawab.

Safaruddin mengingatkan, sumpah jabatan bukan sekadar ikrar yang diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kinerja dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

“Janji tidak hanya sekadar diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kinerja sesuai dengan apa yang telah diikrarkan,” pesannya.

Ia menegaskan, sumpah memiliki makna yang serius dalam kehidupan seorang pejabat pemerintahan gampong. Karena itu, Tuha Peut diminta menjalankan amanah dengan baik dan benar serta tidak mempermainkan sumpah yang telah diucapkan.

Dalam arahan dan bimbingannya, Camat Darul Kamal, Husaini, SPdI mengatakan Tuha Peut memiliki posisi penting sebagai pengawas kegiatan pemerintahan dan pembangunan gampong. Tuha Peut juga berperan mengontrol jalannya pembangunan serta mendorong terwujudnya keadilan di tengah masyarakat.

Selain itu, Tuha Peut diharapkan mampu menjadi penengah dalam menyelesaikan persoalan warga secara cepat dan tepat. Mereka juga berperan mendukung pembangunan gampong serta ikut merancang qanun gampong agar berbagai aturan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Husaini mengingatkan agar Tuha Peut tidak menjadi pihak yang justru memperkeruh persoalan atau menjadi provokator di tengah masyarakat. Sebaliknya, Tuha Peut harus mampu menetralkan berbagai persoalan yang muncul.

“Pekerjaan Tuha Peut lebih cenderung kepada ibadah. Karena itu, bekerjalah dengan ikhlas, penuh pengabdian dan pengorbanan,” katanya.

Menurutnya, Tuha Peut dan keuchik sebagai unsur pemerintahan gampong memiliki visi dan misi yang sama, yaitu memajukan gampong. Karena itu, keduanya harus membangun kerja sama yang baik dan saling melengkapi.

Kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat hendaknya diselesaikan secara bersama, sehingga tercipta pemerintahan gampong yang harmonis, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia berharap kerja keras dan pengabdian para Tuha Peut yang baru dilantik menjadi amal ibadah sekaligus membawa kebaikan bagi masyarakat dan kemajuan gampong.

Sementara itu, mewakili Tuha Peut yang telah mengakhiri masa jabatan, mantan Ketua Tuha Peut Gampong Turam, Drs. Athailah Rayeuk, berpesan agar Tuha Peut yang baru dapat bekerja lebih baik dari periode sebelumnya.

Ia meminta para Tuha Peut bekerja dengan ikhlas dan tidak menjadikan besaran imbalan sebagai orientasi utama dalam menjalankan amanah.

Athailah berharap kehadiran Tuha Peut yang baru dapat membangkitkan semangat baru dalam pemerintahan gampong. Menurutnya, Tuha Peut harus menjadi penyambung aspirasi masyarakat secara bijaksana tanpa mengambil alih peran keuchik sebagai pimpinan pemerintahan gampong.

“Tuha Peut memegang peranan penting di gampong. Sebagai orang yang dituakan, tentu harus menjadi teladan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jabatan Tuha Peut harus tercermin dalam kepribadian yang baik serta sikap adil dalam kehidupan bermasyarakat. (Juariah Anzib)

SHARE :

0 facebook:

 
Top