Oleh: Juariah Anzib, S.Ag.
Penulis Buku Wakaf di Aceh, Tradisi, Inovasi dan Keberkahan
Remaja merupakan tonggak, tumpuan, dan harapan masa depan bangsa. Jika generasi mudanya baik, insya Allah akan baik pula kehidupan masyarakat dan negara. Sebaliknya, jika generasi muda kehilangan arah, masa depan bangsa pun akan menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, bangsa yang kuat dan kokoh harus dibangun dari generasi yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga mampu membawa agama dan negara menuju arah yang lebih baik.
Pembinaan generasi muda mestilah prioritas. Mereka perlu dibekali pendidikan dan berbagai kegiatan positif yang dapat membentuk karakter dan mengembangkan potensi. Salah satunya melalui organisasi remaja masjid. Kehadiran organisasi ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan karakter generasi muda. Dari lingkungan masjid diharapkan lahir generasi yang kreatif, peduli terhadap sesama, beriman, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Masa muda merupakan cerminan masa depan. Pemuda yang mengisi waktunya dengan kegiatan positif akan memiliki bekal menata kehidupan yang lebih baik. Sebaliknya, masa muda yang disia-siakan dapat membawa penyesalan di kemudian hari. Pemuda dan pemudi merupakan harapan agama, bangsa, dan negara. Mereka memiliki energi, semangat, dan posisi penting dalam menggerakkan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam Perbincangan Sabtu Pagi Radio Baiturrahman, Sabtu (19/9/2026), Ustaz Miftahuddin menyampaikan, Remaja Masjid Raya Baiturrahman telah melantik kepengurusan baru pada 12 September 2026 di Anjong Mon Mata. Pelantikan tersebut dihadiri ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat Kota Banda Aceh.
Sebagai kepengurusan baru, Remaja Masjid Raya Baiturrahman tentu perlu merancang program yang lebih baik sekaligus mengembangkan program yang telah berjalan. Salah satunya Jumat Berbagi, kegiatan sosial yang telah menjadi program rutin selama beberapa tahun. Program ini terus diaktualisasikan agar semakin semarak dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Jumat Berbagi terlaksana melalui dukungan para dermawan, UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, tokoh masyarakat, serta pemerintah. Donasi diberikan dalam bentuk makanan maupun uang. Dukungan tersebut dihimpun setiap Jumat dan disalurkan untuk berbagai kebutuhan umat, termasuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana, seperti banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh.
Dalam upaya melakukan kaderisasi, Remaja Masjid Raya Baiturrahman membuka rekrutmen secara terbuka. Kesempatan diberikan kepada generasi muda untuk bergabung melalui berbagai kegiatan, termasuk Gema Ramadgan. Kegiatan tersebut sebagai ruang bagi calon kader untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan kepedulian mereka terhadap kegiatan keagamaan serta sosial.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya orang tua yang mendorong anak-anak mereka mengikuti rekrutmen. Namun, setiap calon tetap melalui proses evaluasi dan seleksi agar kader yang terpilih memiliki komitmen, kemampuan, dan kesiapan menjalankan amanah sebagai bagian dari Remaja Masjid Raya Baiturrahman.
Peran remaja masjid tidak terbatas pada aktivitas di lingkungan masjid. Mereka juga perlu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Berbagai pelatihan dapat diikuti, seperti public speaking, pembuatan konten, jurnalistik, kaligrafi, dan kegiatan pengembangan keterampilan lainnya. Bakat dan minat tersebut perlu terus dikembangkan sehingga mampu memberikan prestasi dan manfaat hingga tingkat provinsi.
Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, pembinaan generasi, penguatan ukhuwah, dan pengembangan dakwah. Dari masjid, generasi muda dapat belajar agama sekaligus membangun kemampuan sosial, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.
Sementara itu, Wakil Bendahara Remaja Masjid Raya Baiturrahman, Ustaz Hanan Muhammad Yus, menyampaikan bahwa berbagai program telah dilaksanakan sesuai harapan. Masyarakat menunjukkan antusiasme dalam mendukung kegiatan Jumat Berbagi. Satu per satu dermawan hadir menjadi donatur di bawah pengawasan UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman.
Para anggota Remaja Masjid Raya Baiturrahman melaksanakan amanah tersebut secara istiqamah. Sebagian besar mereka merupakan mahasiswa sehingga harus mampu membagi waktu antara kuliah dan kegiatan organisasi. Kesibukan akademik tidak menjadi alasan berhenti berkontribusi. Dengan keikhlasan, kedisiplinan, dan manajemen waktu, keduanya dapat berjalan secara seimbang.
Berbaur dengan tokoh dan masyarakat merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter sosial generasi muda. Bersikap ramah dan santun menjadi cerminan pemuda dan pemudi yang saleh dan salehah. Mereka perlu mengembangkan diri menjadi pribadi yang menyenangkan, terbuka, dan bermanfaat bagi lingkungan.
Membangun relasi sosial juga penting dalam kehidupan. Pertemanan tidak semestinya dibatasi oleh usia, status, atau latar belakang. Generasi muda perlu berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua, sebaya, dan anak-anak. Masa muda merupakan masa belajar berbagai hal, bukan menghabiskan waktu hanya dengan bermain atau nongkrong di warung kopi.
Kesempatan tidak datang dua kali. Karena itu, waktu yang tersedia hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar kehidupan menjadi lebih berkah dan bermakna. Untuk ini, generasi muda harus mengambil peran sesuai tuntunan Rasulullah saw, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Masjid merupakan salah satu tempat strategis untuk melahirkan generasi yang bermanfaat. Dari masjid, anak muda dapat belajar agama, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Masa muda adalah masa belajar, berkarya, dan membangun masa depan, bukan masa menjadi generasi yang lemah.
Masa muda bukan saatnya hanya mengejar kesenangan, melainkan masa berjuang meraih cita-cita dan membangun masa depan. Kepada para pemuda dan pemudi, mari mantapkan langkah, kuatkan iman, kembangkan potensi, dan ambil bagian dalam menjaga agama, membangun masyarakat, serta memajukan bangsa dan negara.*

0 facebook:
Post a Comment