LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH
– Lima belas ribu jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua memadati Arena Taman Sulthanah Safiatuddin di Kompleks Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Banda Aceh, dalam rangka menghadiri acara Pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026 pada Jumat malam, (9/10/2026). 

Kegiatan berskala internasional yang digagas oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) ini berlansung pada 9 s.d 11 Oktober 2026  mengusung tema, Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat.

Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST, yang mewakili Gubernur Aceh H Muzakir Manaf. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya tasawuf dalam membentuk akhlak mulia dan menjadi solusi atas krisis moral dan perpecahan umat.  

Setelah pembukaan di PKA, forum keilmuan tertutup bagi para ulama akan berlanjut secara intensif pada 10-11 Oktober 2026 di Balai Meuseuraya Aceh (BMA). 

Turut hadir menambah khidmat suasana, para raja dari Kesultanan Aceh Darussalam, antara lain Teuku Rizasyah Mahmudi (Negeri Cunda), Teuku Saifullah (Negeri Daya), dan Tuan Guru Fekri Juliansyah (Negeri Melayu). Juga hadir Raja Syakur yang kini lebih sering menetap di Pekan Baru yang hadir bersama Tgk H Aidi Kamal, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Aceh.

Pembukaan muzakarah diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Qariah Internasional, Juara MTQ Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) 2016 di Malaysia, Yanti Susanti, dilanjutkan pembacaan Shalawat Badar dan sambutan Ketua Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I), Abi Sahal Tantawi Waly.

Mereka antusias mengikuti seluruh rangkaian pembukaan dan zikir akbar yang dipimpin oleh Abi Yus Bitay Banda Aceh.

Penasehat Panitia Abu Syukri Daud Pango  menyampaikan, Aceh memiliki sejarah panjang sebagai pusat tasawuf dunia dengan lahirnya tokoh-tokoh besar seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Syeikh Abdurrauf as-Singkili.  Harapannya, melalui muzakarah ini ajaran sufi kembali berkembang di bumi Aceh sebagaimana masa kejayaan Kesultanan.

Ketua PW MPTT-I Aceh Tgk H Kamaruzzaman SPdI MM mengatkan, 13 negara hadir mengirimkan ulama terbaiknya, bahkan dijadwalkan mencapai 21 negara, di antaranya Turki, Maroko, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Suriah, Mesir, Palestina, Iran, Kamboja, Uzbekistan, dan lainnya.

Ketua Panitia Bidang Maktab, Azhari SKM, MM, menyampaikan jumlah maktab lebih dari 100 titik yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan jumlah jamaah mendekati 15.000 orang dari dalam dan luar negeri.



Titik kumpul terbesar berada di Pango Raya yang menampung hampir 3.000 jamaah. Di Balee Abi Pango 500 jamaah, SD 14 Pango Raya 400 jamaah, Dayah Al-Ikhlas Beurawe pimpinan Tgk Habibon 500 jamaah, serta Dayah Abi Yusri Bitay 400 jamaah. Pemondokan terbesar di Asrama Haji dan Panti Asuhan Nirmala, ditambah Sekolah Tahfiz Cendekia dan rumah-rumah warga.

Momen haru dan penuh makna terjadi sesaat sebelum acara pembukaan berakhir. Ketua MPTT-I, Abi Sahal Tantawi Waly menyerahkan buku terbaru karya Abuya Amran Waly kepada Pemerintah Aceh, yang diterima oleh Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taufik.

Penyerahan buku tersebut simbol warisan intelektual dan spiritual tasawuf Aceh untuk generasi mendatang. “Buku itu mengandung pesan ajaran tauhid tasawuf yang telah dijaga oleh para ulama harus terus dikaji, diamalkan, dan disebarkan untuk persatuan dan perdamaian umat,” ungkap Abi Sahal. (Sayed M. Husen/NA Riya Ison)

SHARE :

0 facebook:

 
Top