lamurionline.com -- PIDIE JAYA – Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Pidie Jaya resmi dilantik oleh Ketua BWI Perwakilan Provinsi Aceh, Prof. Dr. H. Fauzi Saleh. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (3/11/2026), yang berlokasi di kawasan Kompleks Pusat Perkantoran Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati Pidie Jaya, Asisten III Helmi, Kepala Dinas Pertanahan Rahmat, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (PANAISZAWA) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. H. Zulfikar, MA, yang juga menjabat Sekretaris BWI Perwakilan Aceh, beserta rombongan. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Muliadi, S.Ag., M.Pd., serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Muliadi, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 996 persil tanah wakaf di Pidie Jaya yang telah memiliki sertifikat. Sementara itu, sekitar 200 persil lainnya masih berstatus Akta Ikrar Wakaf (AIW).

Namun, berdasarkan hasil penelusuran para penyuluh agama di sejumlah kecamatan, masih ditemukan lebih dari 1.000 persil tanah yang telah diwakafkan tetapi belum memiliki dokumen atau legalitas wakaf yang memadai.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan kerja sama seluruh pihak agar aset wakaf dapat terlindungi secara hukum serta terhindar dari berbagai persoalan di kemudian hari.

Sementara itu, Ketua BWI Perwakilan Provinsi Aceh, Prof. Dr. H. Fauzi Saleh, dalam arahannya menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pengurus BWI merupakan tugas mulia karena berkaitan dengan upaya menjaga dan mengelola harta wakaf umat.

"Para pengurus BWI yang baru dilantik mengemban amanah mulia, yakni menjaga tanah milik Allah SWT. Jika kita menjaga tanah Allah, insyaallah Allah juga akan menjaga kita kelak di akhirat," pesannya.

Ia berharap para pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen dalam menjaga keberlangsungan aset wakaf agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten III Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Helmi, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus BWI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu bekerja secara maksimal dalam menyelamatkan dan melindungi aset keagamaan.

Menurutnya, tugas BWI tidak hanya sebatas mengidentifikasi dan mendata tanah wakaf, tetapi juga memastikan setiap aset memiliki surat serta dokumen legalitas yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan tanah wakaf perlu mendapat perhatian khusus, mengingat masih sering muncul gugatan dari ahli waris terhadap tanah yang sebelumnya telah diwakafkan oleh orang tua mereka.

"Karena itu, legalitas dan kelengkapan dokumen tanah wakaf harus menjadi perhatian bersama agar aset yang telah diwakafkan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," ujarnya.

Ketua BWI Perwakilan Kabupaten Pidie Jaya, Tgk. Nazaruddin, dalam kesempatan tersebut mengharapkan dukungan, masukan, dan saran dari seluruh pihak agar BWI Pidie Jaya ke depan semakin berkembang, profesional, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sebanyak 78 sertifikat tanah wakaf sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat legalitas dan perlindungan aset wakaf di Kabupaten Pidie Jaya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan nazir wakaf yang diikuti para nazir yang turut diundang dalam acara pelantikan. Pembinaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BWI Perwakilan Provinsi Aceh, Prof. Dr. H. Fauzi Saleh, bersama Sekretaris BWI Perwakilan Aceh, Dr. H. Zulfikar, MA.

Melalui pelantikan dan pembinaan ini, diharapkan kepengurusan BWI Perwakilan Kabupaten Pidie Jaya semakin memperkuat koordinasi, pendataan, sertifikasi, serta pengelolaan tanah wakaf secara profesional dan amanah demi menjaga aset keagamaan dan kemaslahatan umat.(*)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top