Kata santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yg mendalami  agama Islam; orang yg beribadat dengan sungguh-sungguh;  santri  indentik dengan sesuatu yang berbaur dengan agama baik itu sholat ,mengaji ,dan hal agamis lainnya, yang selama ini di pandang oleh masyarakat  berbudi perkerti yang baik dan rajin beribadah
dan di harapkan kedepannya mampu menjadi pelita di masyarakat. Seorang santri tidak hanya memiliki skill di bidang agama saja  namun juga  memiliki skill di bidang lain. Karena hal ini pula yang menyebabkan seseorang yang mengerti agama bahkan telah di gelari ustadz ataupun da'i tak memiliki kemampuan untuk mencari materi hingga banyak da’i yang berani membandrol harga ceramah dan tak mau berceramah bila harga tak sesuai keinginan.

Sebagai contoh, sebut saja ustadz kondang “A”  beliau adalah da’i yg popular di masyarakat namun sayang kepopulerannya bukan menjadikannya ikhlas berdakwah namun  mengharapkan materi dunia, padahal sahabat Nabi tak pernah mengharapkan materi dalam berdakwah. Mereka memiliki skill yang lain agar bisa bertahan hidup, seperti sahabat Abu Bakar As-Shidiq yang berdagang untuk mempertahankan hidupnya dan tak pernah mengharapkan imbalan materi dalam menyampaikan dakwah islam.

Oleh karena itu diharuskan seorang santri untuk memiliki skill yang lebih untuk melanjutkan estafet dakwah islam kedepannya tanpa mengharap materi dunia, memiliki skill yang lebih untuk bertahan hidup seperti berdagang, menjadi guru, penulis, petani dan lain-lain tanpa mengharapkan kocek yang lebih dari khutbah Jum’atnya.

sebagaimana halnya Pesatren Imam Syafi’i di mana para santri tak hanya belajar agama namun mereka juga di bekali oleh life skill yang memadai termasuk ilmu beladiri, taek wondo, jurnalistik, pertanian,  menjahit dan las listrik yang di harapkan skill tersebut mampu menjadikan santri dalam segala hal (multi talenta) dan mampu membantu proses dakwah santri yang akan terjun ke masyarakat luas.

Dengan berbagai skill yang di miliki para santri mampu menjadi nahkoda atau pemimpin di masyarakat yang akan melahirkan kemakmuran , keadilan dan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala .Amin.

SHARE :
 
Top