Semakin canggih tekhnologi maka semakin canggih pula para da`i/da`iyah untuk mensyiarkan dakwah islam. Dahulu semasa Rasulullah menyampaikan dakwah secara tersembunyi,karena ada musuh yang selalu ingin menghalangi dakwah Rasulullah, kemudian baru secara terang- teranggan.  Dalam melakukan aktivitas dakwah, umat islam menggunakan berbagai macam media yang dirasa lebih efektif untuk digunakan. Misalnya melalui ceramah-ceramah keagamaan, seni, atau pun melalui tulisan-tulisan yang berisikan tentang ajaran islam yang berdasarkan Al-quran san Assunnah. 

Seiring perkembangan zaman, metode dakwah pun mengalai perkembangan. Pada era kekinian, dakwah dikemas sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik. Seperti lagu- lagu religi. Sekarang ini sangat mudah untuk mensyiarkan islam, banyak media yang bisa di gunakan. Mulai dari Televisi, Radio, surat kabar, majalah sampai sosial media pun bisa. Sehingga di manapun masyarakat bisa mendapatkan pencerahan , mendapatkan syiar islam, tausiah ataupun info-info tentang islam.  

Peran media sangat mendukung dakwah islam berjalan dengan baik, namun itu semua perlu pengontrolan dan pengelolaan yang baik, agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai syariat dan sesuai dengan kebenarannya. Sehingga masyarakat yang menerima tidak membingungkan apalagi kalau sampai salah pemahamannya. Begitu juga dengan sosial media yang kita gunakan, jangan hanya menulis kisah yang tidak bermakna atau hanya gurau senda, tapi ada baiknya kita juga menulis tentang islam seperti tausiah. Pada hakikatnya, musuh- musuh islam tidak akan nyenyak tidurnya sebelum islam ini jatuh. Mereka yang anti islam membuat media masa  berisi tentang kebohongan-kebohongan terhadap islam, pemalsuan sejarah islam, sehingga oleh masyarakat awam menerimanya dengan baik , menganggap itu benar. 

Namun media masa islam terus mengupayakan agar masyarakat tidak salam dalam menerima atau mengambil informasi mengenai islam. Saat ini, media-media islam mempunyai peran penting dalam menghadapi propaganda anti islam yang digencarkan oleh musuh islam. Meskipun media-media islam mempunyai fasilitas yang terbatas, namun mereka bisa melakukan koordinasi yang lebih bagus guna mecerminkan wajah islam yang sebenarnya. Sehingga ambisi media massa anti islam dalam memojokkan islam dapat diantisipasi dengan baik. Kita sebagai masyarakat harus lebih teliti dalam memilih media masa. 

Ada kalanya cover depan menampilkan tentang islam, ternyata isinya hanya kebohongan, walaupun menggunakan tulisan Al-Quran, padahal hanya Hadis yang  di terjemahkan dan itupun hadis palsu yang tidak jelas perawinya. 

SHARE :
 
Top