Loading...

Lamurionline.com--Banda Aceh : Suasana halaman Mesjid Raya Baiturrahman (MRB), Rabu 26 Agustus 2015, tidak seperti biasa. Tidak seperti ketika Salma (25) berkunjung kesana setahun silam. Ruang hijau tinggal sedikit, kolam ikan dengan air mancur di tengahnya yang dijadikan latar belakang pada foto-fotonya di Mesjid itu juga tidak kelihatan lagi. Pagar seng yang terbentang dari sisi utara ke selatan menjadi penghalang bagi setiap orang untuk melihat, apalagi untuk berfoto di dekat kolam. Bagi Salma yang menetap di Panton Labu Aceh Utara, wajib singgah di Mesjid Kebanggaan masyarakat Aceh setiap kali ia berkunjung ke Banda Aceh dan kolam itu merupakan salah satu daya tarik.

Foto diambil berpagar seng

“Dulu saya suka mengabadikan setiap kunjungan saya di Mesjid Raya Baiturrahman dengan menggunakan jasa para tukang foto yang ada di sini, terutama di samping kolam,” ungkap Salma yang pada kunjungannya kali ini ditemani Nurhayati (28) warga Neuheun Kabupaten Aceh Besar.

Setelah mendapat penjelasan dari Nurhayati barulah Salma tahu bahwa halaman MRB sedang mengalami perbaikan besar-besaran. Salma harus puas dengan hanya memandang bangunan masjid yang bersejarah itu, hanya nampak gambar Gubernur dan Wakil gubernur dengan sket rencana renovasi yang dipampang di pagar seng. Untuk berfoto-ria ia mengaku tidak bergairah lagi.

“Sekarang tidak perlu foto-foto lagilah. Lagi pula tidak betah lama-lama di sini karena pemandangannya tidak elok lagi. Usai shalat sunat saya biasanya terus pulang,” ujar Salma sambil berharap agar proyek perluasan dan pemugaran halaman MRB selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Senada dengan Salma, Nurhayati mengakui saat ini kurang bergairah mengunjungi MRB disebabkan penampilan gersang yang disebabkan oleh pengerjaan pembangunan. “Saya singgah hanya untuk shalat, selebihnya tidak,” ungkap Nurhayati.

Proyek tahap awal pembangunan landscape dan infrastruktur  yang diresmikan oleh Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah pada 28 Juli lalu ditargetkan selesai pada Mei 2017, di komplek Mesjid ini akan dibangun 12 unit payung elektrik, basement tempat parkir kenderaan roda 2 dan roda 4, tempat wudhu, dan perbaikan beberapa interior bangunan.

"Dengan pembangunan dan pengembangan ini, Insya Allah masjid ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tapi juga pusat berbagai kegiatan Islam di Aceh dan Nusantara," kata Gubernur waktu itu.

Menurunnya gairah warga pengunjung MRB rupanya berdampak kepada penghasilan Safari (23), mat Kodak yang selalu beroperasi di sekitar masjid ikon kota Banda Aceh itu. Bagi Safari, pemugaran MRB sangat berpengaruh terhadap asap dapurnya. Alumni tahun 2010 SMA Negeri Simpang Ulim itu, mengaku menurun penghasilannya sejak pengerjaan pemugaran halaman MRB bulan Juli lalu.

“Jelas menurunlah penghasilan kami, Pak. Jumlah pengunjung ke MRB ini jauh berkurang sejak adanya pembangunan ini, aku Safari saat ditanya tentang penghasilannya sebagai tukang foto amatir yang beroperasi di MRB.

Diakui Safari, penurunan penghasilannya disebabkan para pengunjung dari luar kota  enggan singgah di MRB disebabkan halamannya yang kini sempit akibat sebagiannya dipagar oleh pengembang yang menangani renovasi halaman MRB. “Banyak yang bilang ngapain lagi ke Mesjid Raya, taman dan kolam dah di tutup, gak bisa nyantai lagi,” tutur pria yang saat ini tinggal di Punge Blang Cut itu.
Pengunjung tetap MRB lainnya, Adam (45) yang tuna netra tahu ada pagar di sebelah timur masjid. ”Meskipun saya tidak bisa melihat namun dari cerita kawan-kawan, saya tahu ada pagar di sana,” ungkap Adam sambil menunjuk ke arah timur masjid.

Iskandar (40), khadam mesjid yang sehari-harinya membersihkan halaman mesjid juga mengaku sepinya pengunjung yang datang ke MRB, jika biasanya warga ramai yang datang sekedar berfoto-foto atau duduk santai di taman dekat menara, namun kini sudah berbeda. “Dulu tiap hari ramai, sekarang nampak sepi, paling saat liburan saja yang agak ramai,” ungkapnya yang saat itu sedang istirahat usai memotong rumput yang mulai meninggi itu.

Membayangkan jika sebelah timur dan barat mesjid juga ditutup, entah apa yang terjadi. Akankah impian Salma terwujud tepat waktu?


# (Jamaluddin & Syarifuddin)
SHARE :
 
Top