Loading...

Oleh: Juwita SPd 

Umbai cacing adalah organ tambahan pada usus buntu,yang merupakan rumah hunian yang aman bagi bakteri yang sangat berperan penting untuk kesehatan pencernaan.Orang beranggapan umbai cacing ini tidak memiliki berfungsi,mustahil Allah menciptakan sesuatu tidak memiliki peran dalam kehidupan, Menurut penelitian yang dilakukan, fungsi umbai cacing adalah tempat penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan. 

Tidak hanya itu, umbai cacing juga menghasilkan zat anti kuman yang membantu tumbuh melawan kuman penyakit. Sebuah studi menunjukkan bahwa appendiks merupakan tempat bakteri yang berperan dalam pencernaan dalam usus,yang berfungsi sebagai pengontrol mekanisme biologis. Pada manusia dewasa, appendiks berfungsi sebagai organ limfatik.

Pada Appendiks ditemukan banyak sel-sel limfatik, sehingga diduga appendiks berperan penting pada sistem imun. Appendiks menghasilkan hormon yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imun, dan mengakibatkan tubuh membentuk antigen,yakni suatu zat yang menghasilkan antibodi atau bahasa lainnya berupa kekebalan tubuh. Imun ini adalah sistem penangkal bakteri-bakteri jahat yang tidak berfungsi bagi ketahanan fisik yang masuk ketubuh manusia. 

Umbai nafsu adalah sebuah retorika dari hati,secara kasat mata hati berupa fisik yang terdapat dalam tubuh manusia.nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia, berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang, nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut, dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya. 

Hadist yang diriwayatkanoleh Al –Baihaqi : “Musuhmu yang terbesar adalah nafsumu yang berada diantara kedua lambungmu”. 

Ada yang menganggap hawa nafsu sebagai syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia, khususnya adalah hati yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. 

Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukaan yang muncul justru korupsi,kolusi dan nepotisme. 

Manusia diberikan potensi untuk menyempurnakan potensi eksistensi dirinya di dalam dua alam yaitu alam dunia dan akhirat,sehingga dapat meraih puncak kesempurnaannya. Kaitannya dengan umbai cacing dengan umbai nafsu adalah, hakikatnya manusia bertebaran diatas muka bumi dengan jenis aktifitas yang beragam dilakukan siang dan malam adalah memenuhi hajat salah satunya adalah hajat lahir berupa isi perut, disinilah timbul permasalahan. 

Manusia merubah kegunaan umbai cacing yang ada di usus besar dengan nafsu manusia yang berlebihan, sehingga akan timbul fungsi berlawanan, cacing diciptakan Tuhan dalam tubuh manusia memiliki mamfaat yang sangat besar,cacing patuh dan tunduk kepada perintah,tetapi karena nafsu manusia yang tidak terkontrol cacing menjadi murka, ganas dan menganga dengan mulut besar, merongrong umbai nafsu agar terus memasukkan makanan dengan tak terkendali, cacing menjadi kepanasan dikarenakan manusia memasukkan makanan kotor dengan tidak mempermasalahkan lagi darimana asal harta yang diperoleh,dengan cara menipukah, mencurikah,komisikah,korupsikah,hak anak yatim dan fakir miskinkah, hak rakyatkah,menjual dirikah,rentenirkah, ada yang harta halal tapi tidak mengeluarkan zakat,tidak peduli dan membantu sesama saudara atau tetangga yang miskin,kikir alias pelit, dan sebagainya. 

Maka timbullah ketidak berkahanan harta dalam kehidupan manusia, bila sudah tidak ada keberkahan dalam kehidupan akan timbul kekacauan dan ketidak tenangan lahir dan batin, baik dalam diri pribadi maupun lingkungan sosial manusia. 

Maka dari itu manusia wajib mensinergikan fungsi umbai cacing dengan umbai nafsu dengan mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah manusia dapat mencapai hal tersebut,jangan sampai mengubah peran umbai cacing yang baik menjadi tertutup dan kotor oleh bakteri-bakteri nafsu didalam umbai hati, dan terhindar dari penyakit baik itu penyakit fisik,maupun penyakit sosial akibat ulah yang dikendalikan oleh umbai nafsu. 

Aminnnn... 

Penulis merupakan salah seorang guru di SDN 1 Indrapuri
SHARE :
 
Top