Cerpen Karangan: Saidatul Aufa (Siswa MIN Indrapuri)


“Siapa yang berani pergi ke gua hitam selama satu malam dan pulang dengan selamat akan mendapatkan 5 kg emas dan uang berjumlah 10,000,000.” Begitulah yang diberitahukan oleh raja. Ya, gua itu memang terkenal seram. Banyak rumor tentang gua itu sangatlah seram hingga mereka takut. Banyak yang mencoba tantangan itu untuk mendapatkan emas dan uang, sampai orang yang paling berani pun mencobanya, tetapi mereka tidak kembali keesokan harinya.

Suatu hari, salah satu pemuda yang datang dari desa lain melihat pemberitahuan tersebut. Ia pun bertekad untuk mencobanya. Dia lanngsung pergi ke gua itu. Sebelum itu, dia mempersiapkan barang yang penting seperti senter, makanan, minuman, baju, dll.

Dia berjalan ke dalam gua itu sampai lelah dan lapar. Dia pun berniat untuk makan makanan yang ia bawa. Dia mengeluarkan kompor. Tiba tiba ada tengkorak digantung di atas gua itu. Dia tidak takut sedikitpun dan melanjutkan memasak disana. “Hmm wangi sekali dagingnya…” gumam pemuda itu.

Saat selesai masak, ia langsung memakan daging itu. Lalu, ada tulang tangan dan gigi muncul dengan tiba tiba lagi. Tulang tangannya mengambil dagingnya dan memasukkan ke gigi. Pemuda itu tetap bersikap tidak peduli, malah bilang, “Makan saja. Aku tahu kamu pasti lapar.” Hantu tulang itu langsung kaget.

Setelah makan, hantu itu mengajak pemuda ke tempat rahasianya, yaitu tempat keluarnya gua itu. Ia lalu bercerita, “Dulu aku dibunuh oleh binatang buas disini. Binatang itu memakanku sampai tertinggal tulang saja. Aku hanya meminta satu permintaan. Tolong kubur aku. Aku berjanji tidak akan menakuti orang lain lagi.” Pemuda itu langsung menuruti permohonan hantu itu.

Besoknya, ia berhasil keluar dari gua itu. Alhasil, ia mendapatkan banyak uang dan emas dari raja. Pemuda itu sangat bahagia. Selain itu, ia juga dijuluki sebagai sang pemberani.

Cerpen Karangan: Saidatul Aufa
Blog / Facebook: Aufa

Cerpen Sang Pemberani merupakan cerita pendek karangan Saidatul Aufa

SHARE :
 
Top