Loading...


Oleh : Nursalmi,S.Ag (Da’iyah Kota Banda Aceh ) 

Dalam era milenial yang serba digital, berbagai problematika yang dihadapi wanita saat ini, khususnya di kalangan remaja, yang seolah olah kondisinya hampir sama dengan masa sebelum Islam. Yaitu wanita diperjualbelikan, dijadikan sebagai budak pemuas nafsu laki laki, dipaksa menjadi tulang punggung keluarga dan sebagainya. 

Dalam menghadapi problematika yang sangat komplit ini perlu penguatan ilmu bagi para remaja putri sebagai calon ibu, membuka cakrawala pemikiran yang cemerlang dalam melihat kondisi yang terjadi di tengah tengah umat. agar memahami problema yang dihadapi dan bagaimana sebenarnya peran perempuan dalam Islam, untuk mencari solusi dalam memecahkan problema tersebut. 

Islam telah memuliakan perempuan. Di antaranya Allah mencantumkan satu surah khusus atas nama perempuan di dalam AlQuran yaitu surah An-Nisa’. Dan banyak penjelasan tentang perempuan baik tentang aturan yang harus dilaksanakan maupun tentang hak hak dan kewajibannya. Rasululullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk berbuat baik kepada wanita sebagaimana sabdanya:  “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita”. (HR. Muslim). 

Peran Perempuan Dalam Islam

1. Wanita sebagai hamba Allah. 
Sebagai mukallaf ada beberapa hal yang sama antara laki laki dan perempuan, seperti : dalam hal iman dan taqwa, ibadah, mencari ilmu, tugas mengemban dakwah, sanksi hudud. Namun ada juga beberapa perbedaan seperti: persaksian, warisan, pakaian, mahar, nafkah, kepemimpinan. 

2. Peran Wanita Dalam Keluarga. 
Pertama sebagai anak, harus berbakti dan taat kepada orang tua untuk meperoleh ridha Allah. Kedua sebagai istri, wanita berperan sebagai Rabbatul Bait ( menejer rumah tangga), yang bertugas khidmatul bait ( mengurus rumah tangga) dan khidmatul jauzi ( melayani suami ). Disini wanita memiliki peran sentral sebagai kunci pembuka kesakinahan dalam rumah tangga. Ketiga sebagai ibu, wanita berperan sebagai ummu ajyal ( ibu generasi) dan sebagai madrasatul ula ( sekolah pertama bagi anak anaknya ). Dalam peran sebagai pendidik pertama dan utama orang tua wajib memiliki kejelasan dan kematangan dalam hal visi pendidikan bagi anaknya. Ali bin Abi Thalib pernah mengungkapkan, “Didiklah anak anakmu sesuai dengan zamannya, karena dia hidup bukan di zamanmu”. Untuk itu seorang ibu harus cerdas melihat perkembangan zaman, tidak boleh ketinggalan informasi dan tehnologi, karena anaknya hidup di era milineal. 


3. Peran Wanita Dalam Masyarakat. 
Wanita dalam hubungannya dengan masyarakat juga mempunyai peran dan tugas mulia, yaitu sebagai pengemban dakwah, beramar makruf dan nahyi munkar. Di samping itu juga berperan untuk salin tolong menolong dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. 

4. Peran Wanita Dalam Negara.
“Wanita adalah tiang negara, apabila wanita baik, maka negara akan baik, dan apabila wanita rusak, maka negarapun akan rusak”. Wanita tidak boleh buta politik, wanita harus cerdas politik. Karena  wanita mempunyai peran penting dalam menjaga keutuhan dan kekuatan sebuah negara. Karena wanitalah yang mendidik generasi unggul yang akan menjadi penguat ketahanan negara. 


Untuk itu, wanita khususnya remaja putri sebagai calon ibu tangguh harus cerdas, memiliki ilmu yang cukup sebagai bekal untuk mendidik anak anaknya. Maka dari itu sejak masa remaja sudah harus mempersiapkan diri menjadi seorang ibu visioner yang punya visi jauh ke depan. Dimulai dari memilih calon suami yang mampu membimbing istri dan anak anaknya menjadi orang yang taat kepada syari’at Allah. Di samping itu seorang calon ibu juga harus memahami betul tugasnya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak anaknya, karena pendidikan anak tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, apalagi ilmu syakhsiyah (kapribadian) yang harus ditanamkan kepada anaknya. 




Sudah saatnya para remaja putri mempersiapkan diri menjadi calon ibu tangguh, dengan belajar Islam secara kaffah, untuk mengetahui Islam secara keseluruhan. Karena ilmu dalam Islam itu sangat lengkap, mulia bangun tidur hingga tidur lagi, mulai dari membangun keluarga sampai tata cara membangun sebuah negara, yang semua itu bernilai ibadah kepada Allah. Semoga sukses, menjadi ibu tangguh yang akan melahirkan generasi unggul. Menjadi ibu visioner yang akan melahirkan generasi milioner. 

Sumber : Kajian Muslimah, Remaja Mesjid Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Minggu (24/02)

Reported by: Sayed Muhammad Husen (Pembina Buletin Lamuri/Lamurionline.com
SHARE :
 
Top