Loading...

Oleh Sri Suyanta Harsa

Ilustrasi: lamrinesia.org
Muhasabah 25 Rabiul Akhir 1441 
Saudaraku, tema muhasabah hari ini juga merupakan bagian dari asas yang ada dalam kehidupan, yakni kebersamaan dan tolong menolong. Dalam konteks ini di antara prinsip yang dapat dikukuhkan adalah ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul menjadi tema yang mestinya disadari oleh para pihak terutama dalam kehidupan berkeluarga, bersosial, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, bahkan dalam beragama.

Dari skope unit paling kecil saja seperti sebuah keluarga (nuclear family) berakumulasi ragam perbedaan, ada suami, ada isteri dan ada anak yang memiliki ragam permasalahan masing-masing. Namun agar tercipta keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah tentu harus bisa saling memahami, bekerjasama, tolong menolong, seiya sekata, bersinergi membangun keluarga yang bahagia sejahtera. 

Anggota dari sebuah keluarga tidak harus serba bisa atau serba segala-galanya tetapi bagaimana bisa mengelola dan menghimpun pribadi-pribadi yang menyadari akan kekurangan dan kelebihannya, sehingga bersedia saling memahani, seiya sekata, saling menutupi dan tolong menolong satu dengan lainnya. 

Rasanya di dunia ini tidak ada keluarga yang berjalan tanpa masalah atau tidak ada bahtera yang berlayar tanpa ombak, tetapi tidak ada masalah sebesar apapun jua yang tidak bisa diselesaikan bila bersama-sama dan tidak ada pasangnya ombak yang tak akan surut. Bila masalah itu besar, maka sama-sama dipikul ditanggung dan diupayakan penyelesaiannya oleh seluruh anggota keluarga secara proporsional. Bila ada masalah-masalah kecil, maka sama-sama dijinjing untuk segera diselesaikan agar tidak menjadi besar. Di sini ada hal penting yang harus disadari bersama yakni keterbukaan dan kebersamaan.

Demikian seterusnya ke skope yang lebih luas dalam berorganisasi, bernasyarakat, berbangsa, bernegara, dan berbangsa-bangsa.

Karena sudah mendesak, di  sebuah komunitas muslim memiliki agenda besar misalnya rencana mendirikan masjid yang representatif. Agenda besar ini akan menjadi ringan bila seluruh sivitas warganya berkontribusi menyukseskan percepatan pendiriannya. Meski lebih bersifat nonformal, job duscription mestinya dapat berlangsung. Bagi para saudagar dan orang-orang the white collor lainnya mengambil peran besar dalam pendanaan; bagi para pekerja dan orang-orang yang memiliki ketrampilan bekerja bangunan, pelistrikan, designer berkontribusi penuh dalam praktik pembangunannya. Ada para pegawai pemerintah, anggota dewan atau mahasiswa dan orang-orang yang memiliki akses ke pemerintah atau ke penyandang dana lainya juga berkontribusi sesuai tupoksinya. 

Begitu juga misalnya dalam menanggulangi banjir. Seluruh sivitas warga mesti turut ambil bagian menyukseskannya, seperti menggalakkan sanitasi lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air atau got agar tidak mampat, melakukan reboisasi, menghindari pembalakan liar. Dan seterusnya.

Allah berfirman yang artinya Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Qs. Al-Maidah 2)

Bahwasanya Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ”Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat ” . (HR. Bukhari )

Ketika bisa meneguhkan sikap merasa senasib sepenanggungan sehingga bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, seiya sekata dan kalaupun menghadapi madalah berat sama-sama dipikul dan ringan sama-sama dijinjing, maka sudah selayaknya kita mensyukurinya, baik bersyukur di hati, lisan, dan tindakan nyata.

Pertama, mensyukurinya di hati dengan meyakini sepenuhnya bahwa berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing merupakan salah satu prinsip untuk merasakan bahwa kebersanaan merupakan keberkahan yang dapat melahirkan  kebahagiaan. Kedua, bersyukur dengan memperbanyak mengucapkan alhamdulillahi rabbil 'alamin atas karunia yang Allah curahkan sehingga dapat merasa senasib sepenanggungan dalam hidup dan kehidupan sosial berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketiga, mensyukurinya dengan langkah konkret seperti menjaga keistiqamahan rasa sebasib sepenanggungan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.. 

Di samping itu, juga harus disadari bahwa dalam hidup di dunia ini kita benar-benar tidak bisa sendiri. Untuk senyum sekalipun harus ada pihak lain, agar tetap normal. Inilah sunnatullah dan karena alasan ini pula kita mestinya seiya sekata,  saling tolong menolong, dan dapat ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

Bisa jadi hari ini kita memberi manfaat dan kemaslahatan kepada orang lain, maka lain kali kita atau anak cucu kita pasti akan menerima manfaat dan kemaslahatan dari orang lain. Atau sebaliknya hari ini kita menerima, lain kali insyaallah memberi. 

Sehubungan dengan tema muhasabah hari ini, maka dzikir pengkodisian hati penyejuk kalbu guna menjemput hidayahNya adalah membasahi lisan dengan lafal ya Allah ya Wakil. Ya Allah zat yang maha menanggung, persatukan kami dalam ketaatan kepadaMu ya Rabb ya Mujibassailin.
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top