Loading...

dok. IST
LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh melakukan tes urine mendadak kepada seluruh Pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh, Senin (2/3).

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra, ST, MM.,MT didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Jufri,SH dan Kasi Rehabilitasi Desi Rosdiana, SKM, MKM mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di lingkungan kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh. 

Kegiatan ini merupakan inisiasi bersama Badan Karantina Pertanian dan BNN Kota Banda Aceh. Sebelumnya kedua institusi vertikal ini telah melakukan kerjasama dan saling berkunjung melakukan koordinasi.

Kegiatan diawali sosialisasi di ruang rapat Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh, dihadiri seluruh ASN. 

Kepala BNN Kota Banda Aceh meyebut langkah instansi vertikal ini sebagai upaya implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi P4GN.


"Kami mengapresiasi tekad dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh untuk mewujudkan Instansi Bersih dari Narkoba", kata Hasnanda. 

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh  drh. Ibrahim juga turut memberikan sampel urinnya untuk diperiksa oleh petugas BNN Kota Banda Aceh. 

Berdasarkan hasil tes urine, seluruh Pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh yang diperiksa berjumlah 65 orang, terdiri dari 44 orang pegawai PNS dan 21 orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).

Hasil skrining (menggunakan rapid test) menunjukkan seluruh pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh yang diperiksa urine nya di nyatakan Negatif (-) tidak mengandung Golongan Narkotika. 

"Kami bersyukur seluruh personil kami bersih narkoba, dan berharap kerjasama dengan BNN dapat terus berlanjut," pungkas Drh. Ibrahim, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh. (mariadi)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top