Loading...

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Forkopimda meninjau kesiapan terkait proses penanganan pencegahan Virus Corona atau Covid-19 di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (17/3/2020). dok. IST
LAMURIONLINE.COM I BLANG BINTANG - Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali meninjau kesiapan terkait proses penanganan pencegahan Virus Corona atau Covid-19 di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (17/3).

Berdasarkan pantauan di Bandara SIM, Bupati Mawardi Ali tiba sekitar pukul 11.10 WIB bersama unsur Forkopimda Aceh Besar yakni Kajari Rajendra Dharmalinga Wiritanaya SH, Kapolres AKBP Ayi Satria Yuddha SIK MSi, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, Sekdakab Drs Iskandar MSi, sejumlah kepala OPD dijajaran Pemkab Aceh Besar. 

Saat sampai di Bandara SIM Rombongan Bupati Aceh Besar disambut Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arief H SSos, Pimpinan PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara SIM, Koordinator Kesehatan Pelabuhan (KKP) SIM Pattimura SKM

Sebelum memasuki dalam ruang keberangkatan satu persatu rombong Bupati Aceh Besar diperiksa suhu dengan mengunakan peralatan khusus oleh petugas kesehatan bandara. 

“Allhamdulillah semua rombongan yang ikut suhu tubuhnya dibawah ambang batas suspeck Covid-19,” katanya.

Pemerintah  Aceh Besar sangat serius untuk antisipasi terkait virus corona, salah satunya menghentikan berbagai pertemuan-pertemuan misalnya, sekolah, keramaian, termasuk menghentikan perjalanan dinas ASN keluar Daerah. 

Aceh Besar masuk salah satu pintu masuk Aceh, adanya Bandara. Makanya hari ini kita cek kesiapan bandara mengantisipasi, bagaimana mendeteksi dan penanganannya  seandainya ada penumpang di Bandara yang terinfeksi suspect corona.

“Setelah kita cek, Berdasarkan Informasi dari pihak KKP hingga hari ini belum adanya kasus covid-19 ini di Bandara Sultan Iskandar Muda. Namun ada kekurangan Hand Sinetizer, kita cari solusi bersama,” ujar Mawardi Ali usai meninjau Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (17/3).

Terkait corona, kata Mawardi Ali jangan diremehkan, covid-19 ini wabah sudah mendunia,  ia tidak mengenal orang kaya, miskin, pejabat, dan tidak boleh panik, namun harus tetap waspada.








Bupati Aceh Besar juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik, jangan kontak langsung dengan orang lain, hindari keramaian termasuk tempat wisata, menjaga pola makan yang sehat agar imun tubuh tetap terjaga, dan melakukan cuci tangan sesering mungkin.

Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arif H, S. Sos mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pengelola Angkasa Pura II Badara SIM telah mengambil langkah-langkah antisipasif terkait dengan covid-19. Kesiapan mulai dari kedatangan penumpang baik domestik maupun internasional diperiksa menggunakan Thermometers (Pengukur Suhu tubuh-red) apabila melebihi 38 derjat langsung dilaksanakan observasi.

“Kami sudah menyiapkan ruang isolasi untuk penangan apabila ada yang terindikasi suspect corona, kita sangat siap dengan personelnya juga sudah menyiapkan pelatihan khusus, termasuk simulasi penanganan apabila terdapat penumpang yang terinveksi,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Operasional Angkasa Pura II Surkani mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi sesuai dengan SOP yang ada, tentunya tidak terlepas dari leading sektor Kementerian Kesehatan Pelabuhan (KKP), kemudian CIQ.

Pengelola sudah melakukan sosialisasi terkait dengan pencegahan virus corona ini kepada masyarakat, dan berharap agar masyarakat dapat mengikuti apa yang kita lakukan. (mariadi)
SHARE :
 
Top