Loading...

dok. IST
LAMURIONLINE.COM I ACEH TAMIANG - Sedikitnya terdapat 2 kepala keluarga menjadi muallaf di desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang terdiri dari 4 orang dewasa dan 6 orang anak, di bawah asuhan da’i perbatasan Aceh yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Pelaksanaan syahadat  tersebut terlaksana, Kami (19/03) atas kerja sama ustazd Zakaria SPdI selaku da’i perbatasan provinsi Aceh yang ditempatkan di desa tersebut disaksikan perangkat desa setempat dan MPU Aceh  Tamiang dengan dukungan Forum Silaturrahmi Da´i Perbatasan Aceh Tamiang (FORSIDAP).

Ustazd Zakaria mengatakan prosesi pensyahadatan tersebut dilakukan sangat sederhana dan dengan kesadaran para mualaf sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Akan tetapi dirinya selaku da’i perbatasan yang ada di Aceh Tamiang, merasa  sangat gembira dan bahagia atas dukungan yang di berikan pihak terkait terhadap pelaksanaan pensyahadatan itu. Sebab, selain kegiatan ini merupakan amanah dari agama, juga yang disyahadatkan merupakan warga asal Sumatra Utara yang bekerja sebagai buruh di salah satu perkebunan di Desa Rimba Sawang


Untuk diketahui, Desa Rimba Sawang merupakan salah  satu desa di Kabupaten Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan wilayah Langkat, Sumatera Utara. Dimana penduduk desa yang berjumlah sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) itu, lebih kurang 15 KK  tercatat minoritas non muslim.

"Harapan kami ke depan mudah-mudahan semua non muslim diberikan hidayah oleh Allah SWT agar menjadi muallaf semua dengan dukungan dari pada kerja  para dai-dai yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Tetap semangat dalam segala lini dakwah di seluruh pelosok desa. Mudah-mudahan kita semua tetap istiqomah sesuai amanat tugas" demikian Uatad Zakaria. (amri/rel)
SHARE :
 
Top