Loading...


LAMURIONLINE.COM | ACEH - Dalam rangka akselarasi penyaluran Dana Desa tahap II (Penyaluran Mandiri karena mendapat kan reward kabupaten berkinerja baik tahun sebelumnya) bagi gampong-gampong dalam Kabupaten Nagan Raya, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Aceh melakukan kunjungan kerja (Roadshow) di Kabupaten Nagan Raya, Kamis, (24/09).

Tim yang dipimpin langsung Koordinator Provinsi Aceh, Drs Zulfahmi Hasan turut didampingi oleh para Tenaga Ahli Madya di jajaran P3MD Aceh antara lain Mursyidan, Yosie Suryadiningrat, Busra dan Maulizan.

Rombongan ini disambut langsung Koordinator TPP Nagan Raya, Zarminsyah ST beserta para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Progran Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD).

Turut hadir Tenaga Pendamping Desa Teknis Infrastruktur (PDTI) dan Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dari perwakilan seluruh kecamatan se- Kabupaten Nagan Raya.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor P3MD Nagan Raya berlokasi di Gampong Blang Teungoh Kecamatan Kuala Nagan Raya, dibuka oleh Koordinator P3MD Nagan Zarminsyah ST.

Koordinator P3MD Nagan Raya yang juga Tenaga Ahli Infrastruktur Desa ini mengucapkan terimakasih yang setinggi tingginya atas perhatian dan dukungan tim P3MD Aceh yang telah meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada para pendamping desa di Kabupaten Seunagan.

Zarminsyah meminta arahan kepada Tenaga Ahli Madya sesuai  bidangnya masing masing.

Mengawali arahan, Mursyidan, mengingatkan pentingnya semangat mengabdi yang harus dimiliki oleh para pendamping Desa. Mursyidan menyebutkan Pendamping Desa adalah Pejuang dalam membantu desa menuju kemandirian. Untuk itu, pendamping desa dituntut untuk bekerja secara iklas dan profesional. 

"Mari kita tunjukkan bahwa kita selaku bagian dari Kemendesa adalah ujung tombak yang mampu bekerja secara ikhlas, cerdas, dan tuntas sehingga kehadiran kita dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa” sebut Mursyidan yang diamini oleh peserta yang hadir.

Ditambahkannya, pendamping harus memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan kebijakan Kementerian Desa sekaligus melaporkan  hasil kerja pendampingan yang telah dilaksanakan selama ini.

Sementara Tenaga Ahli Madya Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Aceh, Maulizan mengingatkan peran pendamping untuk mendampingi gampong agar tersedianya pelayanan dasar bagi masyarakat baik kesehatan maupun pendidikan. 

Dalam kesempatan yang sama, Busra ST, mengingatkan tentang pentingnya penyediaan data dan informasi pembangunan khususnya kegiatan infrastruktur.

Untuk itu pendamping khususnya Pendamping Teknis (PDTI) agar dapat meningkatkan kecepatan dan keakuratan pelaporan data data pembangunan didesa melalui aplikasi Sipede.

Busra ST selaku TAM Infrastruktur Aceh menekankan pentingnya data pembangunan untuk dilaporkan secara berjenjang sampai ke pusat.


Pertemuan ini ditutup dengan arahan dari Drs Zulfahmi Hasan. Orang nomor satu di Pendamping Profesional Aceh ini Mengharapkan agar pendamping desa dapat meningkatkan kinerja pendamping di daerah masing masing.

Lebih khusus, Zulfahmi mendorong agar pencairan Dana Desa Tahap II di Kabupaten Nagan Raya dapat dipacu apalagi Dana Desa juga akan dimanfaatkan untuk BLT bagi masyarakat miskin yg terimbas pandemic.

Terkait perencanaan tahun 2021, Zulfahmi mendorong agar tahapan perencanaan dapat segera difasilitasi apalagi Kementerian telah mengeluarkan Permendesa nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2021

“Mari kita bantu pemerintah gampong dalam menyusun perencanaan 2021 dengan berpedoman kepada Permendesa tersebut sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan gampong, pelayanan sosial dasar, desa digital, serta penanggulangan kemiskinan melalui BLT dapat diprioritas di tahun 2021” tegas Zulfahmi.
SHARE :
 
Top