Loading...



LAMURIONLINE.COM |ACEH BESAR
- Pengurus DPD II KNPI Aceh Besar berhasil menggalang dana sebesar Rp 10.150.000 untuk keperluan tiket keberangkatan para hafiz dari keluarga kurang mampu yang akan belajar ke Universitas Internasional Afrika di Sudan.

Dana yang tekumpul ini diserahkan melalui Rusliadi yang mewakili hafiz lainnya didampingi Ustaz Bukhari Yakub Lc MA selaku penghubung dengan pihak Universitas Internasional Afrika di kantor KNPI Aceh Besar, Lambaro Kaphe, Minggu (11/10) pagi.

Sekretaris KNPI Aceh Besar, Munawar AR S.Sos MSi dalam sambutan penyerahan dana menyampaikan, pihaknya merasa terpanggil untuk menggalang dana ketika membaca berita bahwa terdapat anak-anak Aceh penerima beasiswa dari Sudan tapi tak memiliki uang untuk membeli tiket berangkat.

“Kami membaca berita di media Serambi Online terdapat anak-anak Aceh penerima beasiswa dari Sudan tapi tak memiliki uang untuk membeli tiket. Lalu kami dari KNPI Aceh Besar memutuskan untuk ikut menggalang dana,” kata Munawar yang alumnus Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Munawar dan rekan-rekannya dari KNPI Aceh lalu menyebarkan brosur penggalangan dana via media sosial, di samping menemui sejumlah personal.

“Alhamdulillah, dana pun mulai mengalir, terkumpul hingga sepuluh juta lebih. Bahkan ada relasi kami dari Jakarta dan Kuala Lumpur ikut terpanggil untuk menyumbang,” kata Munawar didampingi pengurus KNPI Aceh Besar Fakhrizan, T Raja Fadhlullah, Muhaddis dan Muhammad Ikhsan.

Munawar berpesan agar Ustaz Bukhari Yakub selaku penghubung santri asal Aceh dengan universitas di Sudan melaporkan kondisi dan prestasi akademik anak-anak Aceh saat berada di Sudan.

“Kami juga meminta agar pada hari keberangkatan dari Banda Aceh dilaporkan. Insya Allah kami akan mengantar mereka ke Bandara SIM sebagai wujud support kepada para hafiz dalam menuntut ilmu,” lanjut Munawar yang aktivis Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) itu.

Sementara Bukhari Yakub mengatakan, pihaknya sudah melacak harga tiket Jakarta – Sudan sebesar Rp 8,6 juta per orang, ditambah dari Banda Aceh – Jakarta sekitar Rp 1,6 juta per orang.

Dari penggalangan dana yang dilakukan Bukhari dan kawan-kawannya telah terkumpul sebanyak Rp 43 juta, termasuk dana yang digalang DPD II KNPI Aceh Besar.

“Alhamdulillah, saat ini sudah terkumpul Rp 43 juta termasuk yang digalang KNPI Aceh Besar. Ini belum termasuk porsi tiket untuk hafizah dari Bireueun yang dijanjikan akan ditanggup oleh isteri wakil bupati Bireueun,” papar Bukhari.

“Jadi, untuk keperluan tiket berangkat lima santri Aceh ke Sudan sudah memadai. Kita hanya perlu dana tambahan untuk keperluan pengursusan visa di Jakarta saja,” ujar alumnus Dayah Al-Furqan Bambi, Sigli, ini.

Bukhari menambahkan, semangat berderma masyarakat Aceh sangat tinggi. 

“Dulu orang Aceh sanggup membeli pesawat dan menyumbangnya untuk negara. Kali ini hanya tiket untuk anak-anak Aceh saja,” katanya.

Menurut Bukhari, pemberangkatan santri asal Aceh untuk kuliah ke Sudan melalui dirinya pada tahun 2020 ini merupakan yang kedua kalinya.

“Tahun lalu kita sudah mengirim empat anak Aceh ke Sudan dan saat itu ada bantuan dana dari BPSDM Aceh,” ujarnya.

Pada tahun 2020, Bukhari mengaku telah mendatangi BPSDM Aceh selaku lembaga resmi dalam menyediakan beasiswa untuk anak-anak Aceh, tapi kali ini tidak tersedia anggaran. 

Untuk donatur yang hendak bertemu langsung dengan para hafiz penerima beasiswa ke Sudan dapat mengontak Bukhari Yakub di Dayah Ar-Rabwah Indrapuri atau via WA 085260100152.

Berikut data penerima beasiswa S1 di Universitas Internasional Afrika:

1. Rusliadi, asal Simeulue, jumlah hafalan 30 juz, diterima di Fakultas Tarbiyah Jurusan Kajian Islam.

2. Muhaddir Aziz, asal Indrapuri Aceh Besar, jumlah hafalan 10 juz, diterima di Fakultas Tarbiyah Jurusan Kanjian Islam.

3. Munirul Ihsan, asal Tungkob Aceh Besar, jumlah hafalan 3 juz, diterima di Fakultas Tarbiyah Jurusan Sejarah Islam.

4. Sofiah, asal Indrapuri Aceh Besar, jumlah hafalan 30 juz, diterima di Fakultas Tarbiyah Jurusan Tafsir dan Qira’ah. 

5. Laini Nazila, asal Bireueun, jumlah hafalan 30 juz, diterima Fakultas Tarbiyah Jurusan Kajian Islam. [mun/rel]

SHARE :
 
Top