Loading...


LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Peningkatan kasus COVID-19 di Aceh semakin hari semakin mengkhawatirkan, UNICEF sebagai lembaga PBB yang masih bekerja di Aceh pasca Tsunami berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah Aceh dan mitra lainnya dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 dan meminimalkan dampaknya terhadap anak, khususnya anak yang paling rentan.

UNICEF bermitra dengan Kementerian Sosial terus berupaya membantu pencegahan penularan COVID-19 dengan memberikan bantuan paket Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja sosial dan tim layanan yang tergabung dalam Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI). 

Bersama mitra kerjanya, Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh, UNICEF mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dinas Sosial Kota Lhokseumawe dan Dinas Sosial Aceh Barat.

Penyaluran APD berlangsung secara simbolis di Sekretariat Unit Pelaksana PKSAI di Rumah Singgah Lamjabat, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, Kamis (01/10). 

Adapun bantuan paket Alat Pelindung Diri (APD) ini diperuntukkan untuk tim PKSAI dan mitra yang berada di tingkat provinsi dan 3 kabupaten/kota, terdiri dari: masker wajah sebanyak 5.350 buah, pelindung wajah (face shield) 107 buah, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) 214 botol.

Paket APD ini dilengkapi juga dengan paket materi KIE sebagai bahan advokasi yang menolong mereka untuk bisa menyampaikan informasi dan edukasi untuk semua pihak dalam upaya menyediakan dan memastikan lingkungan yang aman dan melindungi anak, khususnya di masa pandemi COVID-19 ini.

Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama  menyebutkan UNICEF mendukung Kementerian Sosial dalam pengembangan dan pelaksanaan Program Kesejahteraan Anak Integratif (PKSAI) yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi setiap anak dan keluarga rentan, khususnya anak korban kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan keterlantaran dengan mengintegrasikan upaya dan layanan secara menyeluruh dari Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, guna memenuhi hak dan melindungi anak.

Para penyedia layanan yang bertugas di PKSAI merupakan para pejuang yang berada di garda terdepan dan bersiap sepanjang waktu dalam upaya untuk mencegah dan merespon kasus perlindungan anak di masa pandemi COVID-19 ini, peran para pekerja sosial dan tim PKSAI lainnya semakin besar karena makin meningkatnya risiko perlindungan anak sebagai dampak dari pandemi ini. 

"Paket APD dan Materi advokasi ini harapannya dapat membantu PKSAI untuk terus memberikan layanan perlindungan anak dengan tetap menjalankan protokol kesehatan " kata Andi didampingi oleh Staf Perlindungan Anak UNICEF, Dhiana Anggraeni.

Sementara Direktur PKPM Aceh Dr Muslim Zainudin MSI mengatakan bahwa tim PKSAI sangat terbantu dengan APD ini untuk terus bekerja melayani kasus-kasu kekerasan terhadap anak di lapangan di tengah pandemi. 

"APD yang diberikan hari ini sangat membantu kita khususnya bagi teman-teman lapangan untuk menjaga diri dari penyebaran COVID-19" kata Muslim

Kabid Rehsos Dinsos Aceh, Isnandar, AKs, MSi berharap pilar-pilar sosial seperti Pekerja Social, TKSK dan relawan kemanusiaan terus bekerja untuk anak Aceh, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan APD.

"Kita wajib kerjasama dalam hal yang positif  dengan memberikan data yang objektif dari lapangan guna mendapatkan solusi yang tepat penyelesaian problematika yang dihadapi oleh anak" tutupnya. (mun/rel)
SHARE :
 
Top