LAMURIONLINE.COM | ACEH - Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh teka teki, rintangan dan cobaan. Hal ini bermula saat datang nya covid-19 ke tanah air, ada banyak hal yang tak pernah terduga dan bahkan covid-19 pun seketika mengubah berbagai sendi kehidupan. Hampir seluruh aktivitas di laksanakan secara online, tak terkecuali konsep pendidikan pun di berlakukan secara daring.

Perubahan ini pun berdampak bagi seluruh kalangan, tidak terkecuali mahasiswa baru angkatan 2020. Banyak rintangan dan cobaan yang di rasakan mereka sejak masih di bangku SMA, Ujian Nasional dibatalkan, perpisahan yang ditiadakan dll. Berlanjut hingga ke bangku perkuliahan, PBAK daring dan hampir satu semester pembelajaran diadakan secara online.

Sekarang tahun 2020 telah berlalu, banyak harapan dan doa yang mereka harapkan di tahun 2021. Salahsatunya agar perkuliahan bisa dilaksanakan tatap muka secara langsung.

Kabar gembira bagi mahasiswa baru dari beberapa kampus di Aceh, bahwa kuliah semester genap akan dilaksanakan secara tatap muka. Banyak kampus yang telah menyiapkan persiapan demi persiapan agar terlaksana nya kuliah tatap muka untuk semester depan.

Berbeda dengan UIN Ar-Raniry yang belum berani menggelar kuliah tatap muka karena tidak ingin mengambil resiko jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Zam Zam Khalila, salah satu mahasiswa baru UIN Ar-Raniry melakukan survei melalui fitur question di akun instagram pribadinya @zamzamkhalila terkait tantangan kuliah daring. Dan ternyata, hal ini pun mendapat banyak respon dari teman teman seangkatan nya bahkan senior senior mahasiswa. Salahsatu jawaban jawabannya mengenai tantangan kuliah daring yaitu : Susah sinyal, fasilitas yang kurang mendukung, susah fokus serta metode belajar yang membosankan.

"Menurut saya, memang kuliah daring sampai saat ini masih belum efektif dan perlu di evaluasi lagi. Disini saya ingin mewakili suara hati teman teman mahasiswa baru mengenai harapan besar kami untuk dilaksanakannya kuliah secara offline di semester depan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti  menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer, periksa suhu tubuh, dan social distancing." kata Khalila, Kamis (07/01).

Tidak ada yang dapat disalahkan sepenuhnya di dalam kondisi seperti ini, namun ia berharap agar pihak civitas akademika UIN Ar-Raniry dapat cepat dan tepat dalam mengambil keputusan terkait sistem kuliah di semester depan" tutup Zam Zam Khalila. (farial/rel)

SHARE :
 
Top