Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden menyerahkan Rp.24,5 juta dana zakat kepada 35 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mengalami kesulitan biaya hidup.

LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Baitul Mal Aceh (BMA) menyerahkan Rp 24,5 juta dana zakat kepada 35 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mengalami kesulitan biaya hidup. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening pribadi mahasiswa, masing-masing senilai Rp700.000,-  

Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin A Wahid, Rabu (17/02) menjelaskan, bantuan ini diambil dari alokasi zakat program insidentil senif Ibnu Sabil, yang ditujukan bagi para penuntut ilmu dengan kebutuhan mendesak. 

“Kami berharap dana zakat ini benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai beasiswanya cair. Mohon doakan juga keberkahan untuk para muzaki yang telah membayar zakat ke BMA,” pesan Prof Nazaruddin.

Sementara itu Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden menyebutkan, selain bantuan bersifat konsumtif dan insidentil seperti ini, mahasiswa USK juga telah merasakan manfaat zakat dari BMA dalam bentuk produktif dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2012, zakat sudah kita salurkan untuk membantu biaya penyusunan tugas akhir mahasiswa miskin di berbagai universitas, termasuk USK,” sebutnya. 

Rahmad merinci, khusus periode 2016-2020, BMA telah bekerjasama dengan USK untuk tiga program beasiswa. Pertama, beasiswa penuh Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Penerima manfaat program ini sebanyak 102 orang. Kedua, beasiswa penuh anak muallaf tingkat mahasiswa dengan penerima manfaat sebanyak 5 orang. 

“Untuk 107 mahasiswa ini, selain biaya SPP penuh, zakat kita juga disalurkan dalam bentuk uang saku sebesar 1 juta perorang perbulan hingga mereka lulus,” jelasnya. 

Program lainnya adalah beasiswa penyusunan tugas akhir. Selama kurun waktu 4 tahun terakhir, kerjasama BMA dan USK telah membantu kurang lebih 100 mahasiswa kurang mampu untuk menyelesaikan skripsi. 

“Bantuan yang mereka terima sekitar 2 juta perorang. Bahkan tahun ini kita tingkatkan anggaran bantuan jadi sebesar 3 juta perorang,” kata Rahmad.

Rahmad berharap kerjasama BMA dengan USK akan terus terjalin dan makin meningkat di tahun ini. 

“Semoga dana zakat di USK juga dipercayakan untuk dikelola oleh BMA. Jika belum bisa sepenuhnya, mungkin sebagian dulu. Sehingga manfaat dan hikmah zakat untuk pendidikan bisa lebih kita tingkatkan,” sebutnya. (murdani/rel)

SHARE :
 
Top